DR Zamaksari Dhofir dalam disertasinya untuk memperoleh gelar Doktor menguraikan dalam menjawab pertanyaan kenapa Organisasi NU itu kuat seperti itu, kesimpulannya diantaranya adalah diikat dengan tali kekerabatan.
Kekerabatan tersebut mulai berbentuk ikatan biologis seperti pertalian karena, saudara kakak adik, paman keponakan, kakek cucu, saudara sepupu dan termasuk besanan dan sebagainya antara Kyai satu dengan Kyai lainnya, antara Pimpinan Pondok Pesantren satu dengan lainnya.
Ada juga dengan tali ikatan murid dan guru atau Kyai dan Santri, karena pada umumnya para Kyai dan santri itu cinta ilmu sehingga batasan Kyai dan santri kadang sulit didefinisikan misalnya Kyai Fulan adalah gurunya Kyai Zaed dalam suatu fan ilmu atau kitab tertentu, tapi beliau Kyai dalam kitab tertentu Kyai Fulan ngaji jadi santri ke Kyai Zaed dan seterusnya.
Kekerabatan Tri Logi : Hadrotus Syekh Kyai. Hasyim Asy’ari – KH Abdul Wahab Hasbullah – KH Bisri SANSURI.
KH Hasyim Asy’ari yang lahir di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas adalah putra dari KH Asy’ari Pondok Pesantren Keras di Jombang, kakeknya Kyai Usman Pendiri Pondok Pesantren Gedang, moyangnya Kyai Abdussalam yang terkenal dengan Mbah Sichan Pendiri Pondok Pesantren Tambakberas Jombang sekitar tahun 1838 yang kemudian dijadikan titik awal berdirinya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Kyai Sichan mempercayakan Pondok Pesantren kepada menantunya yang juga muridnya yaitu Kyai Usman di Pondok Gedang dan Kyai Said mengajar di seberang sungai .
Setelah keduanya wafat Pondok Pesantren dilanjutkan oleh Hasbullah putra Kyai Said sedang Kyai Usman tidak punya putra laki-laki.
Kyai Asy’ari menikah dengan Halimah putri Kyai Usman dan Layinah. Pernikahan Asy’ari dengan Halimah melahirkan sebelas putra diantaranya Muhammad Hasyim yaitu putra ketiga.
KH Abdul Wahab Hasbullah.
Beliau adalah putra Kyai Hasbullah bin Kyai Said yang yang menikah dengan Fatimah binti Kyai Sichan mempunyai anak Abdul Wahab Hasbullah.
KH Bisri SANSURI.
Kyai Bisri Sansuri ini kelahiran Tayu Kabupaten Pati Jawa Tengah putra dari pasangan bapak K. Sansuri dengan ibu Mariah dari keluarga santri sehingga sejak mudanya selalu mengembara dari Kyai satu ke Kyai yang lain dari Pondok Pesantren satu ke Pondok Pesantren yang lain dari Jawa Tengah dari Kajen, Lasem, Rembang sampai Sarang kemudian ke Jawa Timur ke Bangkalan Madura sampai ke Jombang.
Dari Bangkalan Pondok Pesantren KH Kholil Bangkalan inilah Bisri Sansuri bersahabat dengan KH Wahab Hasbullah dilanjutkan ke Tambakberas dan ke Tebuireng KH Hasyim Asy’ari dan dilanjutkan ke Makkah.
Dari Teman Menjadi Saudara
.
Melihat kecerdasan Bisri KH Wahab Hasbullah tertarik untuk menjodohkan dengan adiknya yang bernama Nur Khodijah dan akhirnya terkabul sehingga saat naik Haji ke Makkah bersama keluarganya itulah dikawinkan di tanah Suci pada tahun 1914.
Dari pernikahan beliau berdua dikaruniai 10 orang putra dan putri yaitu : KH Ahmad Bisri, Ny. Muashomah, Ny. Sholihah Wahid Hasyim ( ibunda Gus Dur), Nyai Muslihatun,, Ny. Musyarofah Fatah Hasyim,, Sholihin, H. Abdul Aziz Bisri, dan KH Shohib Bisri.
Dari pemaparan di atas dapat difahami induk semang Kyai-Kyai itu adalah KH Abdussalam yang terkenal dengan Mbah Sichan bin KH Abdul Jabar bin KH Ahmad bin Pangeran Sambu (Lasem) bin Pangeran Benowo bin Joko Tingkir /Sultan Hadi Wijoyo Raja Pajang sampai ke Prabu Brawijaya dan juga ke Sunan Ampel sampai ke Sayyidah Fatimah Az-Zahra binti Rosulullah saw.
Dari KH Abdussalam dengan Layyinah menurunkan Halimah/Winih yang dikawinkan dengan K. Usman (santrinya) menurunkan KH Asy’ari. Dari perkawinan kedua beliau menurunkan 5 anak diantaranya adalah M. Hasyim yang kemudian hari menjadi Hadratus Syekh KH M. HasyimAsy’ari .
Sedangkan putri Mbah Sichan yang bernama Fatimah dinikahkan dengan santrinya yang bernama K. Said menurunkan Kyai Hasbullah punya 5 anak : KH Abdul Wahab Hasbullah, Abdul Hamid, Abdul Rahim, Fatimah, dan Khodijah yang kemudian dikawinkan dengan KH Bisri Sansuri.
KH Bisri Sansuri dengan Nyai Khodijah punya 10 anak diantaranya Nyai Sholihah dikawinkan dengan KH Wahid Hasyim melahirkan KH Abdurrahman Wahid Gus Dur.
Kesimpulannya KH Hasyim Asy’ari dengan KH Wahab Hasbullah saudara sepupu.
KH Wahab Hasbullah dengan KH Bisri Sansuri saudaranya ipar.
KH Bisri Sansuri dengan KH M. Hasyim Asy’ari besan.
Demikian kekerabatan Tokoh Utama Masyayikh Pendiri NU di Jombang.
Dan sudah tepat jika Muktamar NU ke 35 tahun 2026 ini ditempatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum tambakberas Jombang.
Demikian Kekerabatan ini.
wallahu a’lam.
Tuban, 15 Juli 2026
H. Kasduri Al Anshori.


