JAKARTA-kanalsembilan.com (1 Maret 2026).
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menerbitkan imbauan resmi tertanggal 28 Februari 2026 menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada operasional penerbangan internasional.
Dalam surat imbauan tersebut, Kemenhaj menyampaikan bahwa sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, hingga pembatalan. Oleh karena itu, seluruh jemaah umrah Indonesia diminta secara berkala memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
“Pastikan status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara,” demikian salah satu poin dalam imbauan resmi tersebut.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah agar tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta otoritas terkait.
Koordinasi Intensif dengan Perwakilan RI
Pemerintah menegaskan bahwa Kemenhaj bersama Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keamanan dan pelayanan bagi jemaah tetap terjaga.
“Kemenhaj dan Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi bersama otoritas terkait terus berupaya memastikan agar jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik,” tulis imbauan tersebut.
Dalam situasi ini, PPIU diminta aktif menjalin komunikasi dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh untuk memperoleh informasi terbaru serta langkah penanganan apabila terjadi gangguan penerbangan.
Keluarga Diminta Tenang dan Gunakan Saluran Resmi
Selain kepada jemaah dan PPIU, Kemenhaj juga mengimbau keluarga jemaah di Tanah Air agar tetap tenang serta memperoleh informasi perkembangan melalui PPIU masing-masing. Langkah ini penting agar setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam merespons dinamika situasi kawasan, sekaligus memastikan jemaah umrah Indonesia tetap mendapatkan perlindungan dan pendampingan, baik selama berada di Arab Saudi maupun dalam proses perjalanan. (HIMPUHNEWS).


