SURABAYA-kanalsembilan.com (1 Maret 2026)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kapasitasnya dalam pengembangan robotika dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Nokia, dan NVIDIA, ITS memperkenalkan RoboDog, robot anjing otonom yang dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer. Inovasi ini didemonstrasikan di AI-RAN Research Center, Surabaya, Sabtu (28/2).
Kolaborasi empat institusi menjadi fondasi utama pengembangan teknologi ini. IOH memimpin pengembangan Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN), Nokia menyediakan infrastruktur jaringan 5G sebagai tulang punggung konektivitas, NVIDIA menghadirkan komputasi berbasis Graphics Processing Unit (GPU), sementara ITS mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam sistem robotika yang siap dioperasikan.
Perwakilan pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menjelaskan bahwa RoboDog dirancang mampu menerima perintah suara manusia sekaligus memahami konteks instruksi. Didukung sensor kamera dan LiDAR, robot ini dapat membaca kondisi lingkungan secara real-time.
“RoboDog dapat dikendalikan hingga ribuan kilometer,” jelas Yuke. Dalam skenario demonstrasi, robot yang berada di Surabaya mampu menerima perintah suara dari pengguna di Barcelona, Spanyol, untuk memeriksa suatu lokasi, mendeteksi potensi bahaya, hingga memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan.
Menurutnya, kemampuan memahami situasi dan merespons secara presisi membuat RoboDog berpotensi diterapkan di industri berisiko tinggi, seperti pengawasan area berbahaya, inspeksi infrastruktur, hingga penanganan kondisi darurat yang membahayakan keselamatan manusia.
Di sisi jaringan, VP Head of Technology Strategy & Partnership Management IOH, Irwan Radius, menyebut AI-RAN sebagai fondasi sistem kendali jarak jauh tersebut. Teknologi ini menghubungkan perintah dari luar negeri dengan aksi robot melalui jaringan 5G berlatensi sangat rendah.
“Sinkronisasi antara pusat pemantauan di Spanyol dan robot di Surabaya dapat terjadi dengan jeda yang sangat minimal,” ujarnya.
Melalui arsitektur AI-RAN, proses kecerdasan buatan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada server terpusat yang jauh. Sebaliknya, komputasi AI diintegrasikan langsung pada infrastruktur jaringan 5G. Jaringan yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai pengirim data, kini juga menjadi pusat pemrosesan komputasi berbasis AI.
Pendekatan ini memungkinkan terciptanya latensi ultra-rendah yang krusial bagi pengembangan AI berbentuk fisik, seperti robotika dan drone otonom.
Implementasi teknologi RoboDog rencananya akan dipamerkan dalam ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona, Spanyol, pada Maret 2026. Partisipasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi AI, tetapi juga mampu berperan sebagai inovator di tingkat global.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui kolaborasi strategis lintas industri dan akademisi, ITS kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan inovasi teknologi yang aplikatif dan berdampak bagi masa depan industri berbasis kecerdasan buatan. (za).
. (za).


