Google search engine
HomeTausiyahKerasnya himmah /semangat perjuangan, tidak dapat menembus tirai takdir

Kerasnya himmah /semangat perjuangan, tidak dapat menembus tirai takdir

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi

Kekeramatan atau kejadian² yang luar biasa dari seorang wali itu, tidak dapat menembus keluar dari takdir, maka segala apa yang terjadi semata-mata hanya dengan takdir Alloh Ta’ala.

Hikmah ini menjadi ta’lil atau sebab dari hikmah sebelumnya (Iroodatuka tajriid) seakan akan Mushonnif berkata:
Hai murid, keinginan /himmahmu pada sesuatu, itu tidak ada gunanya, karena himmah yang keras / kuat itu tidak bisa menjadikan apa² seperti yang kau inginkan, apabila tidak ada dan bersamaan dengan taqdir dari Alloh Ta’ala.

Jadi hikmah ini (Sawa-biqul himam) mengandung arti menentramkan hati murid dari keinginannya yang sangat.

SAWAA-BIQUL HIMAM (keinginan yang kuat): apabila keluar dari orang-orang sholih /walinya Alloh Ta’ala itu disebut: Karomah.

Apabila keluar dari orang fasiq disebut istidroj/ penghinaan dari Alloh Ta’ala.

Alloh Ta’ala berfirman:
“Dan tidaklah kamu berkehendak, kecuali apa yang dikehendaki Alloh, Tuhan yang mengatur alam semesta.”
(QS. At-Takwir 29)

“Dan tidaklah kamu menghendaki kecuali apa yang dikehendaki oleh Alloh, sungguh Alloh Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”
(QS. Al-Insaan 30)

Kita sebagai manusia/hamba Alloh Ta’ala hanya bisa berproses (niat, usaha, do’a dan tawakal), hasil urusan Alloh Ta’ala.

Kejadian kita inginkan atau tidak diinginkan, jika sdh terjadi, itulah takdir Alloh Ta’ala.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab.

Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).

Ya Alloh, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang langit dan bumi bercahaya karena-Nya agar Engkau menjadikan aku dalam pemeliharaan-Mu, pengawasan-Mu, dan di bawah penjagaan-Mu.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi

(gwa-pbi).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments