Hajinews.co.id – Jamaah memadati LAVANI Sport Centre, Cikeas, Bogor, untuk menunaikan salat Idul Fitri. Dalam suasana penuh khidmat, Mayjen TNI Pur. Dr. H. Ahmad Yani Basuki, M.Si., Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), menyampaikan khutbah yang menekankan makna kemenangan sejati sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.
Turut hadir dalam pelaksanaan salat Ied tersebut Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Ketua MPR RI Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono, serta sejumlah mantan menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, seperti Marsekal TNI (Purn.) Djoko Suyanto, Hatta Rajasa, dan Syarifuddin Hasan. Mereka membaur bersama masyarakat, menambah kesan kebersamaan di hari kemenangan.
Ahmad Yani dalam khutbahnya juga menekankan bahwa ketakwaan adalah standar kemuliaan manusia di sisi Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa” (QS Al-Hujurat: 13).
Ia juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, manusia dihadapkan pada berbagai tantangan moral dan etika.
“Keseharian kita dibanjiri dengan arus informasi dan tayangan-tayangan atau film-film tentang pola dan perilaku hedonisme, materialisme, pragmatisme, sekularisme, liberalisme, dan bahkan ateisme. Arusnya semakin masif karena didukung oleh digital teknologi, atau sosial media dengan berbagai macam programnya, seperti internet, Google, Facebook, YouTube, TikTok, Instagram, dan sebagainya,” ujarnya.
Tanpa benteng keimanan yang kuat, lanjutnya, manusia bisa dengan mudah terjerumus ke dalam arus yang dapat mencelakakan dirinya. Karena itu, menurutnya, puasa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan mekanisme pembinaan diri agar manusia tetap terjaga dalam keimanan dan ketakwaan.
Seusai salat dan khutbah, jamaah saling berpelukan, mengucapkan doa dan maaf satu sama lain. Suasana haru dan bahagia menyelimuti perayaan Idul Fitri tahun ini. Dengan semangat kemenangan yang hakiki, umat Islam diharapkan mampu menjaga nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.


