TULUNGAGUNG-kanalsembilan.com (16 Okober 2025)
Di ruang rapat Prajamukti Pemda Tulungagung pada Kamis (16/10/2025) Korwil SPPG Kabupaten Tulungagung, Sebrina Mahardika mengambil langkah sangat tepat.
Dengan semangat pelayanan dan amanah kembali untuk meneguhkan pengabdi ia memimpin penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para SPPI, ahli gizi dan akuntan SPPG di Kabupaten Tulungagung.
Menurut tokoh SPPG kelahiran Tulungagung tersebut bahwa Bimtek sebagai langkah memperkuat kualitas pelayanan gizi di dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung.
Sebrina, alumni Magister Universitas Pertahanan RI yang kini bertugas di Dapur SPPG Polres Tulungagung, menegaskan bahwa Bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ia menyebutnya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam memastikan para pelayan gizi bekerja dengan ilmu, teliti, dan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Tanggung jawab ahli gizi di dapur SPPG harus dibarengi dengan ilmu pengetahuan. Maka Korwil SPPG Kabupaten menjalankan amanah besar ini dengan Bimtek,” ujar Sebrina.
“Tujuan utama Bimtek ini adalah meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta dalam pelaksanaan program MBG dan kegiatan di SPPG. Dengan bekal SOP yang tepat, efektif, dan berkelanjutan, para peserta diharapkan mampu menerapkan standar pelayanan,” tambahnya.
Salah satu narasumber yang turut menginspirasi adalah Yeni, ahli gizi dari SPPG Kedungwaru Tulungagung Jawa Timur. Pengalaman lapangannya sejak 6 Januari 2025 menjadi cermin nyata bagaimana SOP dapat diterapkan secara konsisten, sekaligus membangun komunikasi yang hangat dan efektif di dapur pelayanan.
Kegiatan ini diikuti oleh 80 SPPI, 40 ahli gizi dan 40 akuntan SPPG dari berbagai wilayah Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Mereka hadir bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk meneguhkan niat dan memperkuat sinergi antar dapur SPPG.
Di tengah tantangan pemenuhan gizi anak-anak dan masyarakat, dapur SPPG berdiri sebagai garda terdepan. Bimtek ini menjadi ruang pembelajaran, penguatan nilai khidmat, dan peneguhan rasa syukur dalam setiap proses pelayanan.
Dengan ilmu, SOP, dan semangat amanah, para ahli gizi di Kabupaten Tulungagung kini melangkah lebih mantap. Mereka bukan sekadar pelayan gizi—mereka adalah penjaga masa depan, yang bekerja dengan teliti, penuh khidmat, dan cinta. (imr).


