Fawaid edisi khusus:
Ustadz Abu abd Rahman bin Muhammad Suud al Atsary hafidzahullah.
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
أفضل الصدقة صدقة في رمضان.
Sedekah yang paling utama adalah di bulan Ramadhan.
Hr Tirmidzi.
Di riwayat lain disebutkan,
من فطر صائماً فله مثل أجره من غير أن ينقض من أجره شيء.
Barang siapa memberikan buka puasa kepada orang lain yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala yang di dapat orang itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala nya.
Hr. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah.
Dalam hal bertambahnya kedermawanan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam pada bulan Ramadhan secara khusus memiliki banyak Faidah, di antaranya:
– Karena keutamaan waktu Ramadhan dan di lipatan gandakan nya amal di waktu ini.
– Membantu orang orang yang berpuasa dan berdzikir kepada Allah dalam amal ketaatan mereka (ibadah di Ramadhan), sehingga dengan memudahkan orang lain yang beribadah (dengan kedermawanan), orang yang menolong tersebut mendapatkan pahala yang sama, sebagai mana orang yang menyiapkan kebutuhan Mujahidin, maka ia di golongkan telah berjihad, siapa yang menanggung kebutuhan keluarga orang yang berjihad, maka ia di berikan pahala orang yang berjihad tersebut.
– Ramadhan adalah bulan ketika Allah banyak memberikan Rahmat Nya serta Ampunan Nya kepada hamba hamba Nya, serta membebaskan mereka dari neraka, terutama pada Lailatul Qadar,
Barang siapa yang mengasihi hamba hamba Allah, maka Allah akan mengasihi nya, dan memberikan banyak karunia Nya, sebab sebuah amalan akan di balas sesuai amal perbuatannya.
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda,
إنما يرحم الله من عباده الرحماء.
Sesungguhnya Allah merahmati hamba hamba Nya yang juga penyayang kepada orang lain.
Hr Bukhari Muslim. Bukhari no 1284. Muslim no 923. Mutafaqun alaihi.
– mengabungkan antara puasa dan sedekah, termasuk perkara perkara yang dapat menghantarkan seorang kepada surga.
Semua perkara ini (puasa dan sedekah) ada pada bulan Ramadhan, sehingga terkumpul pada diri seorang muslim diantara nya, puasa, shalat malam, sedekah dan ucapan ucapan lembut.
Puasa, Shalat dan sedekah dapat menghantarkan seorang kepada Allah,
Seorang ulama salaf berkata,
“Shalat menghantarkan pelakunya kepada separuh jalan kepada Allah, puasa menghantar seorang pada pintu Allah, dan sedekah mengandeng pelakunya serta membawakan nya menemui Allah”.
– Mengabung kan antara puasa Ramadhan dengan sedekah, lebih di harapkan untuk menghapus dosa dan menjauhkan dari api neraka, terkhusus bila di tambah Shalat malam.
– Puasa Ramadhan tentunya mesti ada kekurangan, maka dengan sedekah dapat menutupi kekurangan-kekurangan tersebut.
Sedekah merupakan kafarat (tebusan) bagi orang yang melanggar (ketentuan ketentuan dalam puasa).
– Sedekah di Ramadhan menunjukkan sikap mendahulukan kepentingan orang lain dengan makanan, daripada dirinya sendiri, dengan memberikan makanan kepada orang lain dengan makanan yang ia sukai, yang dengan itu ia menunjukkan empati kepada orang lain, dan itulah bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah.
Lihat lebih jelas di kitab Lathaifu Ma’arif hal 323-234.
Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb nya.
(gwa-saudara-muslim-2).


