Google search engine
HomeHaji dan UmrohWamenhaj Ingatkan Petugas Haji Jaga Stamina dan Kompetensi Layanan

Wamenhaj Ingatkan Petugas Haji Jaga Stamina dan Kompetensi Layanan

JAKARTA-kanalsembilan.com (27 Januari 2026)

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan seluruh petugas haji untuk menjaga kebugaran dan stamina sejak sebelum keberangkatan hingga selama bertugas di Tanah Suci.

Kesiapan fisik dinilai menjadi prasyarat utama mengingat sebagian besar rangkaian ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang berat.

Menurut Dahnil, baik jemaah maupun petugas pendamping akan menghadapi tantangan fisik yang tidak ringan selama pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena itu, ketahanan tubuh petugas menjadi faktor penentu kelancaran pelayanan di lapangan.

“Saya sudah berulang kali menyampaikan, sekitar 90 persen ibadah haji itu merupakan ibadah fisik,” ujar Dahnil di Jakarta, Sabtu (24/1/2026), seperti dikutip dari Antara.

Ia menegaskan, mayoritas tahapan ibadah haji membutuhkan mobilitas tinggi dan ketahanan fisik yang prima. Kondisi tersebut menuntut kesiapan maksimal dari para petugas agar mampu memberikan layanan optimal kepada jemaah.

Tantangan pelayanan semakin besar karena sebagian besar calon jemaah haji Indonesia merupakan lanjut usia (lansia). Situasi ini menuntut petugas yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga sigap, sabar, dan responsif dalam melakukan pendampingan.

Dahnil menambahkan, kelompok lansia tersebut didominasi oleh jemaah perempuan yang membutuhkan perhatian dan afirmasi layanan lebih intensif selama menjalankan ibadah.

“Petugas menangani jemaah lansia, dan sejak awal kami memberikan afirmasi layanan kepada jemaah perempuan, yang sebagian besar juga merupakan perempuan lansia,” katanya.

Lebih lanjut, Dahnil menekankan bahwa kesiapan petugas haji tidak cukup diukur dari stamina fisik semata. Petugas juga harus dibekali pemahaman dasar fikih haji serta kemampuan berbahasa Arab praktis untuk menunjang komunikasi di lapangan.

Menurutnya, perpaduan antara ketahanan fisik, kompetensi keagamaan, dan kemampuan komunikasi akan sangat menentukan kualitas layanan, terutama bagi jemaah kelompok rentan.

“Petugas harus memiliki stamina yang kuat, memahami dasar fikih haji, dan menguasai bahasa Arab praktis yang selama ini dipelajari,” ujarnya.(Hajinews.co.id).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments