MENGELOLA JIWA,MENGGAPAI SELAMAT DUNIA DAN AHERAT
🌎Berbagai Kiat agar hidup selamat baik didunia dan utamanya hidup di aherat
Berbagai usaha agar dalam hidup kita tidak hanya memperturutkan nafsu dunia hingga lupa bahwa hidup didunia itu hanya sementara saja
🙏Saudara dan sahabatku
Rasulullah ﷺ berlindung kepada ALLAH dari jiwa yang tidak pernah kenyang,
« اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ »
“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa kenyang (puas), dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).”*
(HR. Abu Dawud, At-Turmudzi dan An-Nasa’i)_
Pelajaran yang terdapat didalam Hadits diatas:
1️⃣ Jiwa itu terbagi menjadi 3 bentuk:
Pertama,
jiwa yang cenderung ke arah negatif,
۞ وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
☄️”Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Yusuf : 53)
Kedua,
jiwa yang labil, kadang baik dan kadang buruk,
وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
☄️”dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).” (QS. Al-Qiyamah : 2)
_Ketiga,
jiwa yang _muthmainnah, tenang.
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (27) ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (29) وَادْخُلِي جَنَّتِي (30)
☄️Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridho dan diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
(QS. Al-Fajr : 27-30)_
2️⃣ Langkah yang harus ditempuh untuk menundukkan jiwa itu dianalisa oleh banyak ulama’ yang diungkap dalam kitab (نضرة النعيم)
(“Nadhratun Na’im fii Makarimi Akhlak ar-Rasul al-Karim”)
•••
Kesimpulannya, cara menundukkan jiwa yang pertama itu ada 4 langkah yang harus dihindari:
1. *Berperilaku seperti malaikat; merasa paling suci, merasa paling benar dst. adalah sebagai kesempurnaan palsu.
2. *Berperilaku seperti syetan; menyesatkan, mengajak bermaksiat dst., tidak mau rusak sendiri bahkan mengajak sebanyak mungkin orang lain agar rusak dan berperilaku seperti syetan
3. Berperilaku seperti binatang buas;
mau menang sendiri, berkuasa atas orang lain, menindas dst., berperilaku premanisme.
4. *Berperilaku seperti binatang pada umumnya;
makan, minum, tidur, bergaul, jalan-jalan dst. Perhatiannya hanya perut dan yang di bawah perutnya. Inilah annafsul ammarah bissuu’, alias nafsu rusak.
•••
Menghadapi nafsu kedua, allawwamah,
tiga langkah yang harus dilakukan:
1. *Bertaubat, berhenti dari perbuatan rusak, menyesali terjadinya itu, dan tidak mengulanginya lagi. Bila terkait dengan hak adami harus dikembalikan atau segera meminta maaf.
2. *Bermujahadah, berusaha untuk senantiasa berbuat baik.
3. Muraqabah, Selalu menghadirkan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala agar tidak melanggar.
•••
Menghadapi jiwa yang ketiga, almuthmainnah ada tiga langkah:
1. Menata qolbu (hati) agar senantiasa berniat baik dan menjaga kesuciannya: seperti bertawakkal, mencintai, berharap, takut hanya kepada ALLAH.
2. Menjaga lisan agar bertutur yang benar.
3. Menjaga seluruh anggota tubuh untuk beramal.
3️⃣ Itulah cabang-cabang keimanan yang disebut Nabi ﷺ dalam haditsnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:
« الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً . فَأَفْضَلُهَا : قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَدْنَاهَا : إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ ».
🌠 “Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’, sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4️⃣ Imam Ghazali berpandangan 4 langkah pensucian manusia itu;
Pertama, bersihkan anggota tubuh dari yang najis dan hadats.
Kedua,
bersihkan anggota tubuh dari dosa- dosa.
Ketiga,
bersihkan jiwa dari karakter-karakter buruk.
Keempat, bersihkan qalbu (hati) dari selain ALLAH
Tema Hadits yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an :
ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,:_
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا (10)
“🌠 demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams : 7-10)
————-🌹————
Semoga kita semua menjadi hamba yang bertaqwa*_
Aamin yaa Robbal ‘aalamiin
(gwa-swhs-ayat).


