Google search engine
HomeHotelMenyelami Seni di Balik Secangkir Kopi Bersama Javabica di Aston Madiun

Menyelami Seni di Balik Secangkir Kopi Bersama Javabica di Aston Madiun

“Sesi coffee experience The Art of Coffee di Bima Ballroom dipandu Trainer Barista Liem mempertemukan para pencinta kopi Madiun dalam satu ruangan,”

MADIUN-kanalsembilan.com (1 Oktober 2026)

Budaya ngopi di Madiun telah melampaui sekadar gaya hidup; kini ia menjadi ruang kreativitas dan produktivitas bagi generasi muda hingga profesional.

Merespons tingginya antusiasme masyarakat terhadap industri perkopian, Aston Madiun Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Javabica menggelar workshop edukatif bertajuk The Art of Coffee pada Selasa (29/09) di Bima Ballroom.

Dipandu langsung oleh Liem, Corporate Barista Trainer East Indonesia dari Javabica, acara yang didukung oleh Greenfields ini dihadiri oleh 130 peserta dari berbagai lembaga pendidikan ternama, antara lain NCL Madiun, SMKN 2 Ponorogo, SMKN Poncol Magetan, HTC Madiun, dan MAN 1 Takeran.

Melihat Kopi dari Sisi yang Lebih Dekat
Di Madiun, kedai kopi terus bertambah dan budaya ngopi makin lekat dengan keseharian, dari anak muda yang mengerjakan tugas sampai para pekerja yang menyelesaikan urusannya.

Bagi banyak orang, kopi adalah teman ngobrol di cafe sekaligus booster. Namun, tidak banyak kesempatan untuk melihat langsung bagaimana secangkir kopi diracik dan disajikan dengan baik.

Lewat The Art of Coffee, Aston Madiun mengajak para pencinta kopi mengenal minuman favorit mereka dari sisi yang lebih dekat. Sebagai kolaborator utama, Javabica membawa semangat muda dan komitmen tinggi untuk mendukung pertumbuhan industri kopi lokal dengan mengedukasi generasi penerus.

Lewat kehadiran Corporate Barista Trainer Liem, Javabica tidak hanya membagikan teknik racikan kopi berkualitas unggul, tetapi juga menularkan inspirasi, wawasan bisnis, serta kreativitas kepada para peserta agar siap berkarya dan bersaing secara profesional di industri yang terus berkembang pesat.

Tak sekadar praktik, para peserta diajak merunut kembali asal-usul kopi—mulai dari sejarah penemuannya di dataran tinggi Ethiopia hingga transformasinya menjadi komoditas global dan budaya gaya hidup modern saat ini. Selain sejarahnya, Liem juga membedah kunci dasar yang wajib dipahami setiap calon barista, yakni cara membedakan biji kopi Robusta dan Arabica.

Kopi Robusta yang memiliki kadar kafein yang lebih tinggi, serta profil rasa (flavor profile) yang cenderung mantap (heavy body), pahit seperti cokelat hitam, dan beraroma kacang-kacangan (nutty).

Sedangkan kopi Arabica memiliki kadar kafein lebih rendah, serta variasi rasa yang lebih kaya dengan tingkat keasaman (acidity) yang segar dan aroma floral serta buah-buahan (fruity).

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Melihat antusiasme para peserta, kami turut senang. Bima Ballroom kami siapkan agar dapat mengakomodasi beragam kebutuhan acara, baik yang bersifat formal maupun yang lebih santai. Kami mengucapkan terima kasih kepada Javabica dan Liem atas ilmu yang telah dibagikan,” ujar Danie R.Lapod, General Manager Aston Madiun. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments