📚 OneDayOneSirah
📘 Edisi 401 dari 732
🗓 Senin, 11 Agustus 2025
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
🟢 Sahabat pecinta sirah yang dirahmati Allah
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat iman, Islam, dan kesempatan untuk terus menyelami jejak kehidupan manusia agung, Rasulullah ﷺ. Semoga kita termasuk orang-orang yang diberi taufik untuk meneladani perjuangan beliau hingga akhir hayat.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
⸻
🕋 Orang-Orang Munafik dalam Ekspedisi Tabuk 🕋
Di saat para sahabat berlomba-lomba menyerahkan harta, tenaga, dan bahkan nyawa untuk menjawab seruan Rasulullah ﷺ menuju Tabuk — sebagian orang justru menunjukkan wajah asli mereka.
🔻 Mereka adalah orang-orang munafik.
Mereka tidak frontal menolak, tapi membisikkan keraguan. Mereka tidak terang-terangan menjelekkan Rasulullah ﷺ, tapi menyebarkan pesimisme dan rasa takut dalam barisan umat.
“Lā tangfirū fīl-ḥarri…”
“Jangan kalian berangkat dalam panas ini…”
(QS. At-Taubah: 81)
Mereka menganggap seruan jihad sebagai beban, bukan kemuliaan. Bahkan mereka merasa bangga tinggal di belakang, tanpa rasa malu kepada Allah dan Rasul-Nya.
📌 Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menyebut bahwa ayat ini adalah bentuk teguran keras terhadap mentalitas pengecut dan nafsu duniawi yang mengabaikan perintah jihad karena alasan hawa panas. Padahal neraka lebih panas.
⸻
💣 Hasutan, Fitnah, dan Upaya Sabotase
Abdullah bin Ubay bin Salul — tokoh utama kemunafikan Madinah — saat itu mendirikan kemah bersama para pendukungnya di luar Madinah. Mereka menyusun rencana, menyebarkan fitnah, dan menghalangi warga agar tidak ikut bergabung dengan Rasulullah ﷺ.
Menurut Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury dalam Ar-Rahiq al-Makhtum, mereka bahkan berkumpul di rumah seorang Yahudi bernama Sulaim, menjadikan rumah itu sebagai pos propaganda untuk menggembosi semangat jihad.
📌 Rasulullah ﷺ tidak tinggal diam.
Beliau mengutus Thalhah bin Ubaidillah untuk membubarkan kumpulan itu. Rumah Sulaim dibakar sebagai bentuk ketegasan negara terhadap gerakan subversif yang membahayakan stabilitas umat. Sebagian melarikan diri, bahkan ada yang terluka karena panik.
Ini bukan tindakan kejam, tapi langkah kenegaraan yang strategis dan tegas.
⸻
🚩 Ujian Keikhlasan dan Kemunafikan
Rasulullah ﷺ memimpin pasukan besar berjumlah 30.000 orang, salah satu ekspedisi terbesar sepanjang hidup beliau. Namun di antara barisan besar itu, ternyata masih ada yang tidak ikut, meski mereka adalah Muslim dan bukan munafik.
Sebaliknya, orang-orang munafik seperti:
• Al-Jadd bin Qais — yang pura-pura takut tergoda wanita Romawi.
• Abu Amir Ar-Rahib — yang sebelumnya mencoba membangun “Masjid Dhirar” untuk memecah belah umat.
• Kelompok yang menolak dengan alasan ekonomi, keluarga, atau alasan dibuat-buat lainnya.
📝 Fiqh as-Sirah karya Sa’id Ramadhan al-Buthy menjelaskan bahwa ekspedisi ini adalah ujian akbar — bukan hanya fisik, tapi batin. Siapa yang ikhlas akan tampak, dan siapa yang pura-pura akan tersingkap.
⸻
🔥 Iffah: Keteguhan Menahan Nafsu Dunia
Para munafik takut pada panas matahari, tapi lupa pada panasnya Jahannam.
➡️ Mereka memilih kenikmatan sesaat daripada kehormatan abadi.
➡️ Mereka lebih mencintai bayangan rumah daripada naungan panji Rasulullah ﷺ.
Sifat ‘iffah — menahan diri dari godaan nafsu, dari rasa cinta berlebihan pada dunia — adalah senjata utama seorang pejuang. Seorang mukmin harus kuat bukan hanya dalam badan, tapi juga dalam jiwa.
⸻
📌 Refleksi Hari Ini:
1. Munafik itu bukan hanya di masa Rasulullah ﷺ. Hari ini pun, banyak yang menampakkan wajah Islam tapi menyabotase dari dalam.
2. Jihad hari ini bisa berupa dakwah, ilmu, ekonomi, pendidikan, dan moralitas. Tapi musuhnya sama: keraguan, kemalasan, dan kemunafikan.
3. Iffah dan keikhlasan adalah benteng terbaik umat. Kita harus belajar menahan diri dari syahwat dunia, dan menyambut setiap panggilan perjuangan.
⸻
📖 InsyaAllah edisi berikutnya:
🕋 Edisi 402 – Tertinggal Tapi Ikhlas: Kisah Ka’ab bin Malik dan Dua Sahabatnya
وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ
Wa-Allāhu yaqūlu al-ḥaqqa wa huwa yahdī as-sabīl
Dan Allah mengatakan yang benar, dan Dia menunjukkan jalan (yang lurus).
⸻
📢 Sukseskan Gerakan SHOLAT BERJAMAAH DI MASJID:
* Hadir takbiratul ihram bersama imam
* Rebut shaf pertama setiap kali berjamaah
📲 Gabung Grup ODOS Sirah Nabawiyah:
* WhatsApp: bit.ly/Siroh9
* Telegram: t.me/BaitulIzzah_SirahNabawiyah
✍️ Disusun oleh:
Mangesti Waluyo Sedjati
_Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo
HP/WA: 0811.33.5297_
💬 Jika kisah ini menyentuh hati, sebarkanlah.
Jadikan bagian dari dakwah dan cahaya Sirah Nabawiyah di hati umat.
((gwa-pbi).


