Umur manusia terbatas, tetapi kebaikan yang ditanam diatas pondasi keimanan lalu dipupuk dengan ketulusan maka akan terus abadi meskipun nafas berhenti…
Sejatinya umur yang dijatah cuma sekali harusnya terus dimanfaatkan berbuat kebaikan pada siapapun dalam hidup ini.
Entah kepada orang yang baik kepada kita, maupun sebaliknya.
(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلرُّسُلُ كُلُوا۟ مِنَ ٱلطَّیِّبَـٰتِ وَٱعۡمَلُوا۟ صَـٰلِحًاۖ إِنِّی بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِیمࣱ)
Allah berfirman, “Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-Mu’minun 51]
Karena sungguh kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain tak ada yang sia-sia.
Sebagaimana semua amalan yang lain, pastilah akan ada balasan yang kita dapatkan..
ازرَعْ جَميلًا ولَو فى غَيرِ مَوضِعِه؛ فَلن يُضيعَ جَميلاً اَينَما زَرعا.
“Tanamlah kebaikan meskipun di tempat yang tak tepat. Karena kebaikan tak akan hilang, di manapun ia ditanam.”
أغرِس فِي قُلوبِ الناسِ بِذُورِ المَحَبّةِ
وَاسقِها بِحُسنِ التّعامُل ..
Tanamlah kedalam hati manusia akan benih benih kasih sayang.. lalu siramilah benih kecintaan itu dengan perlakuan yang baik.
فالحَياةُ لَن تَدومَ ولا يَبقَى
إلّا جَميل مَـا زَرَعتَ
Memang hidup ini tidak abadi dan kekal, yang kekal hanyalah kebaikan yang kau pernah tanam.
فَاجعلْ لكَ شَيءً جَميلً لِتَبقَى
Maka jadikan dirimu bagian dari kebaikan agar tetap abadi (meskipun nafasmu berkenti)
📚 Syekh Mutawally Asy-Sya’rowy
اللهم أنت المُعين
و بِك الأنفسُ تَستَعين
و بك القلوبُ تَستَكين
Yaa Allah Engkaulah Dzat yang menolong
KepadaMu jiwa² memohon pertolongan
KepadaMu hati bersandar
اجعَلنا لِنِعَمِك شَاكِرين
وَبقَضائِك راضِيين
وبذِكرك مُتلَذّذِين
وبرِضاك طَامِعِين
Jadikanlah kami orang yang pandai mensyukuri nikmatMu,
Ridlo terhadap apapun ketetapanMu,
Merasakan lezatnya mengingatMu, dan
Selalu berharap ridloMu
Aamiin ….i
(gwa-saudara-muslim-2).


