Fawaid senja :
قال الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :
راقب الله تعالى في هذه المواضع الثلاثة:
١ – في فعلك
٢ – وفي قولك
٣ – وفي سريرتك
حتى تتم لك المراقبة، ولهذا لما سئل النبي صلى الله عليه وسلم عن الإحسان قال: “أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك”.
(شرح رياض الصالحين / ج1 / ص 326)
As-Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh pernah berkata :
“Pengawasan Alloh ta’ala (terhadap hamba-hamba-Nya itu) ada pada tiga tempat, (yaitu) :
▪️👉🏻 (1.) Pada perbuatanmu
▪️👉🏻 (2.) Pada perkataan/ucapanmu.
▪️👉🏻 (3.) Pada hatimu/niatmu.
Hingga benar-benar sempurna Muroqobah (perasaan selalu diawasi oleh Alloh ta’ala) bagimu.
_Karena itulah, tatkala Nabi shollallohu alaihi wa sallam ditanya tentang apa *Ihsan (berbuat baik) itu, beliau bersabda :_*
“(Ihsan itu adalah) kamu beribadah kepada Alloh, seolah-olah kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka (yakinlah bahwa) sesungguhnya Dia-lah yg melihatmu !”
( Syarh Riyadhis Sholihin, 1/326)
Catatan :
🔹 (1.) Ya, banyak sekali dalil yg menunjukkan *pengawasan Alloh ta’ala terhadap kita.
Diantaranya, firman Alloh ta’ala :
{إنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رقيباً}
“Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kamu sekalian.” (QS an-Nisaa’ : 1).
Alloh ta’ala juga berfirman :
{وكان اللهُ عَلى كُلِّ شَيْءٍ رَقِيْباً}
“Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.” (QS al-Ahzaab : 52).
Alloh ta’ala juga berfirman :
{وكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيْداً ما دُمْتُ فِيْهِمْ، فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ، وأنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٍ}
_“Dan akulah (Nabi Isa alaihis salam, edt.) yang menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka.
Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku,
Engkau-lah Yang Maha Mengawasi mereka.
Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”_
(QS al-Maa-idah : 117).
Alloh ta’ala juga berfirman :
{واعلموا أن الله يعلم ما في أنفسكم فاحذروه}
“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahi apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya.”
(QS al-Baqarah : 235).
Alloh ta’ala juga berfirman :
{يستخفون من الناس ولا يستخفون من الله وهو معهم إذ يبيتون ما لا يرضى من القول، وكان الله بما يعملون محيطاً}
_“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai.
Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.”_ (QS an-Nisaa’ : 108).
Alloh ta’ala juga berfirman :
{يعلم خائنةَ الأَعْيُنِ وما تُخْفِي الصُدور}
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan dalam hati.” (QS al-Mu’min : 19)
Dan masih banyak dalil-dalil lainnya yang semakna dengan itu !
🔹 (2.) *Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rohimahulloh pernah berkata :
_“Muraaqabatullah (selalu merasakan pengawasan Allah Ta’ala) adalah termasuk *amalan hati yang paling tinggi (keutamaannya dalam Islam),*
yaitu menghambakan diri kepada Allah dengan (memahami dan mengamalkan makna yang terkandung dalam) nama-Nya *ar-Raqiib (Yang Maha Mengawasi) dan asy-Syahiid (Yang Maha Menyaksikan)._
_Maka ketika seorang hamba mengetahui bahwa semua gerakan (aktifitas)nya yang lahir maupun batin, tidak ada (satupun) yang luput dari pengetahuan-Nya, dan dia (senantiasa) menghadirkan keyakinan ini dalam semua keadaannya, ini (semua) akan menjadikannya (selalu berusaha) menjaga batin (hati)nya dari (semua) pikiran (buruk) dan angan-angan yang dibenci Allah, serta menjaga lahir (anggota badan)nya dari (semua) ucapan dan perbuatan yang dimurkai Allah, serta dia akan beribadah/mendekatkan diri (kepada Allah) dengan kedudukan *al-ihsan._*
Maka dia akan beribadah kepada Allah seakan-akan dia melihat-Nya, kalau dia tidak bisa melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihatnya.”
[ Tafsiiru Asma-illahil Husna, hal. 55).
✍ Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby
(gwa-saudara-muslim-2).


