๐ด๐๐ ๐๐ ๐ซ๐๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐๐๐๐๐
(1). Syirik Kepada Allah Taโala
Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู bersabda :
ููููููู ููุจูููู ุฏูุนูููุฉู ู ูุณูุชูุฌูุงุจูุฉู ููุชูุนูุฌูููู ููููู ููุจูููู ุฏูุนูููุชููู ููุฅููููู ุงุฎูุชูุจูุฃูุชู ุฏูุนูููุชูู ุดูููุงุนูุฉู ููุฃูู ููุชูู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ูููููู ููุงุฆูููุฉู ุฅููู ุดูุงุกู ุงูููู ู ููู ู ูุงุชู ู ููู ุฃูู ููุชูู ููุง ููุดูุฑููู ุจูุงูููููู ุดูููุฆูุง
“Setiap Nabi memiliki doa yg “mustajab”, maka tiap-tiap Nabi pun “menyegerakan” doanya. Sungguh aku Menyembunyikan doaku sebagai “Syafa’at” bagi umatku di hari Kiamat. Dan insya Allah “syafa’atku” akan Mencakup Orang yang “Meninggal Dunia” dari Kalangan Umatku yang tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu apa pun” (HR. Muslim no. 296)
(2). Menjadi Orang Munafik
Nabi ๏ทบ pernah ditanya: “Siapakah orang yang paling “bahagia” dengan syafaโatmu pada Hari Kiamat ?” Nabi ๏ทบ menjawab :
ุฃูุณูุนูุฏู ุงููููุงุณู ุจูุดูููุงุนูุชูู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ู ููู ููุงูู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู ุฎูุงููุตูุง ู ููู ููููุจููู ุฃููู ููููุณููู
“Yang paling bahagia dengan Syafaโatku nanti pada Hari Kiamat adalah Orang yg telah mengucapkan LAA ilaaha illallaah dgn ikhlas dari hatinya atau dirinya” (HR. Bukhari no. 99, hadits dari Abu Hurairah)
Al-Haafizh Ibnu Hajar ุฑุญู
ู ุงููู berkata :
“Ucapannya : “Orang yang mengucapkan “Laa ilaaha illallah” untuk mengecualikan orang yang menyekutukan Allah, adapun ucapannya “dgn penuh keikhlasan” untuk mengecualikan orang-orang yg “munafik” dalam mengucapkannya” (Fathul Baari I/236)
(3). Menjadi Ahli Bid’ah (Membuat-buat Perkara Yang Baru Dalam Agama)
Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู bersabda :
ุฃูููุง ููุฑูุทูููู ู ุนูููู ุงููุญูููุถู ุฃูููุง ููููุฐูุงุฏูููู ุฑูุฌูุงูู ุนููู ุญูููุถูู ููู ูุง ููุฐูุงุฏู ุงููุจูุนููุฑู ุงูุถููุงููู ุฃูููุงุฏููููู ู ุฃูููุง ููููู ูู ููููููุงูู ุฅููููููู ู ููุฏู ุจูุฏูููููุง ุจูุนูุฏููู ููุฃูููููู ุณูุญูููุง ุณูุญูููุง
“Aku akan mendahului mereka (Umatku) menuju “telaga”. Sungguh, ada beberapa Orang yang akan “Dihalau” dari Telagaku sebagaimana dihalaunya unta yg SESAT. Aku memanggil mereka : “Hai Datanglah KEMARI !!” Namun dikatakan kepadaku : “Mereka telah “me-rubah2″ (AJARANMU) sepeninggalmu”. Maka aku pun berkata : “(kalau begitu) Menjauhlah, Menjauhlah”
(HR. Muslim 249 dan Ibnu Majah 4306)
Dalam riwayat yang lain dikatakan :
Aku Berkata : “Wahai Rabbku, ini adalah umatku”. Allah berfirman : “Engkau tidak mengetahui “(BID’AH)” apa yang mereka ada2-kan setelahmu” (HR.Bukhari 7049)
(4). Menjadi Pemimpin Yang Zhalim dan Berlebih-Lebihan Dalam Agama
Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู bersabda :
ุตูููููุงูู ู ููู ุฃูู ููุชูู ูููู ุชูููุงููููู ูุง ุดูููุงุนูุชูู : ุฅูู ูุงู ู ุธููููู ูย ุ ูููููู ุบูุงูู ู ูุงุฑููู
“2 golongan dari umatku yang tidak akan mendapatkan syafa’atku; pemimpin yang Zhalim dan setiap orang yg Ber-lebih2-an dalam agama” (HR. Ath-Thabraani dalam al-Muโjamul Kabiir VIII/337 no. 8079, dan juga Ad-Dailamy di dalam “Al-Firdaus” no. 3782. Hadits dari Abu Umaamah, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 470)
(5). Yang Suka Melaknat Tanpa Aturan
Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู bersabda :
ููุง ููููููู ุงููููุนููุงููููู ุดูููุนูุงุกู ููููุง ุดูููุฏูุงุกู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู
“Sesungguhnya orang-orang yang “Suka Melaknat” itu Tidak Akan Dapat menjadi SYUHADAโ (yaitu ORANG2 yang menjadi saksi) dan tidak dapat memberi syafaโat pada hari Kiamat” (HR. Muslim no.2598, hadits dari Abu ad-Darda’)
(6). Orang Yang Mendustakan Syafaโat
Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู bersabda :
ู ููู ููุฐููุจู ุจูุงูุดููููุงุนูุฉู ููููููุณู ูููู ูููููุง ููุตููุจู
“Barangsiapa yg “mendustakan syafaโat”, maka ia tidak akan mendapatkan bagian darinya” (lihat Fathul Baari XI/426, hadits dari Anas bin Malik)
โ Ustadz Najmi Umar Bakkar
(gwa-saudara-muslim 2).


