Google search engine
HomePolitikPrabowo, BRICS, dan Peluang Umat Islam Melepas Jerat Neokolonialisme Global

Prabowo, BRICS, dan Peluang Umat Islam Melepas Jerat Neokolonialisme Global

✍️ Mangesti Waluyo S
🗓️ 12 Juli 2025

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat umat yang dirahmati Allah,
Umat Islam dan bangsa Indonesia yang mulia,
Sudah saatnya kita membaca ulang sejarah global dengan kacamata yang jernih dan berani.

Bukan rahasia lagi, bahwa rangkaian Perang Dunia I dan II di paruh pertama abad ke-20 sejatinya bukan hanya konflik antar imperium, tetapi adalah bagian dari proses penghancuran sistem khilafah Islam yang menjadi simbol persatuan dan independensi umat. Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 1924 bukan akhir dari sejarah Islam, melainkan awal dari proyek besar dekhilafatisasi dunia Islam.

Apa buktinya?

Segera setelah khilafah diruntuhkan, muncullah gelombang “kemerdekaan” di dunia Muslim: Irak, Suriah, Mesir, Pakistan dan lain-lain—yang semuanya dimerdekakan oleh kekuatan kolonial barat yang justru sebelumnya menjajah mereka. Ironis bukan? Negara-negara bangsa ini lahir bukan untuk membangun kekuatan umat, melainkan untuk mencegah kebangkitan kembali satu tubuh politik umat Islam yang bersatu.

Yang lebih menyedihkan, kemerdekaan itu disusupi dan diarahkan oleh sistem politik, hukum, dan ekonomi Barat. Konstitusi dibuat meniru Barat, sistem demokrasi diimpor mentah, dan perekonomian diarahkan masuk ke dalam sistem keuangan riba global—yang dilembagakan melalui Perjanjian Bretton Woods tahun 1944. Itulah pangkal dari sistem yang hari ini menjadikan negara-negara Muslim berdaulat secara simbolik, tetapi tergadai secara struktural.

Sistem riba global ini bukan hanya menjerat kita dalam utang, tetapi juga menekan setiap kebijakan independen yang mengancam status quo.

🔁 Riba hari ini bukan sekadar bunga bank — ia adalah alat perbudakan modern.

Seorang sopir taksi di Denpasar bahkan menangkap realita ini dengan kalimat sederhana:

“Rakyat kerja dari pagi sampai malam, tapi tetap miskin. Harga naik terus. Gaji tak cukup. Kita ini dijajah lewat angka-angka.”

📌 Dalam konteks ini, langkah Presiden Prabowo yang menyatakan kesiapan Indonesia bergabung dengan BRICS bukan hanya keputusan diplomatik—ia adalah isyarat strategis untuk keluar dari lingkaran setan hegemoni Barat yang selama ini mengendalikan dunia lewat dolar, IMF, dan World Bank.

💥 Reaksi Barat terhadap langkah ini sangat nyata:
• Amerika Serikat meningkatkan dukungan militer dan diplomatik ke Israel, simbol kolonialisme modern atas Palestina.
• Pemerintahan Trump mengancam kenaikan tarif hingga 30–40% atas produk ekspor Indonesia sebagai bentuk tekanan ekonomi.
• Media dan lembaga keuangan global mulai menggoyang sentimen pasar Indonesia agar terlihat tidak stabil.

🛑 Semua ini adalah bentuk perlawanan sistemik terhadap negara-negara yang mencoba keluar dari orbit mereka.

Namun Presiden Prabowo, dalam berbagai pidatonya, juga menyampaikan seruan penting bagi dunia Islam agar bersatu dan bangkit melawan arogansi serta dominasi ini. Ini adalah momentum langka, karena selama ini umat Islam terlalu sering hanya menjadi objek sejarah—bukan subjek yang membentuk masa depan.

💡 Umat Islam Indonesia sebagai komponen mayoritas bangsa ini harus menjadi penguat dari suara tersebut. Kita harus menyadari:
Bahwa perjuangan kemerdekaan belum selesai.
Bahwa penjajahan hari ini berbaju diplomasi, utang, ekonomi digital, dan standar hidup Barat.
Dan bahwa solusi bukan hanya pada siapa presidennya, tetapi pada kesadaran kolektif umat untuk mengembalikan arah sejarah ke jalan yang lurus.

🔊 Saatnya kita bangkit. Bukan sekadar marah, tetapi cerdas. Bukan sekadar bereaksi, tetapi menyusun kekuatan.
Bukan untuk memusuhi dunia, tetapi untuk menegakkan kembali dunia yang adil dan beradab—dengan nilai, sistem, dan ruh Islam sebagai landasannya.

Mari bersama membangun بلدة طيبة و رب غفور — negeri yang baik, penuh keberkahan, dan dalam ampunan Tuhan Yang Maha Pengasih.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments