SURABAYA-kanalsembilan.com (1 Maret 2025)
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur memperkuat kolaborasi riset guna mendukung pembangunan daerah berbasis inovasi melalui sosialisasi panduan riset kolaborasi skema JATIM MELAJU. Kegiatan ini digelar di Ruang Sidang Senat lantai 1 Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Jumat (27/2).
Sebanyak 15 PTN yang tergabung dalam Forum Paguyuban Rektor Jawa Timur hadir dalam kegiatan tersebut. Sosialisasi memaparkan secara komprehensif mekanisme pengusulan proposal, skema pendanaan, sistem evaluasi, hingga strategi hilirisasi riset agar hasil penelitian tidak berhenti di publikasi, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST, MSc Eng, PhD, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Menurutnya, potensi akademik yang tersebar di berbagai kampus harus disinergikan untuk menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan aplikatif.
“Kolaborasi ini harus menghasilkan solusi konkret yang dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Jawa Timur (BRIDA) Jawa Timur, Dr. Andriyanto, SH, MKes. Ia mengapresiasi langkah 15 PTN yang terlibat dalam skema JATIM MELAJU.
Berdasarkan inventarisasi permasalahan di tingkat pemerintah provinsi, saat ini terdapat lebih dari 600 isu strategis di berbagai perangkat daerah yang membutuhkan solusi berbasis riset.
“Hasil riset bukan sekadar gimik, tetapi harus benar-benar menjawab persoalan,” ujarnya.
Program JATIM MELAJU mengusung pendekatan kemitraan pentahelix yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), masyarakat, serta media. Skema ini diarahkan untuk mendorong kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang lebih efektif dan terukur.
Adapun fokus kajian mencakup isu-isu prioritas, seperti penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pengembangan energi baru terbarukan, hingga penguatan daya saing ekonomi daerah.
Selain itu, program ini turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 2 (Tanpa Kelaparan), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), serta poin 14 (Ekosistem Laut).
Melalui kolaborasi terstruktur ini, PTN se-Jawa Timur diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan solutif bagi kebutuhan pembangunan daerah. (za).


