Google search engine
HomeTausiyahSaatnya Desa Bangkit, Bukan Sekadar Bertahan

Saatnya Desa Bangkit, Bukan Sekadar Bertahan

PETA JALAN MEMBANGUN SINTHESA: Saatnya Desa Bangkit, Bukan Sekadar Bertahan

✍️ Mangesti Waluyo Sedjati
Sekjen DPP Al-Ittihadiyah | Ketua Majelis Ilmu Baitul Izzah | KPEU MUI Pusat
📍Sidoarjo, 28 Juli 2025

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Sahabat yang budiman,

Sudah terlalu lama desa-desa kita menjadi “pengikut” dalam sistem ekonomi nasional. Kaya akan sumber daya, tapi miskin kelembagaan. Subur tanahnya, tapi lemah posisi tawarnya. Kita menyebut desa sebagai lumbung pangan, tapi justru dari desa-lah banyak angka kemiskinan berasal. Apa yang salah?

Masalahnya bukan pada orang desa—tetapi pada sistem yang meminggirkan mereka. Petani bekerja sendiri. Peternak tak punya kekuatan kolektif. Nelayan terikat pada tengkulak. Dan koperasi, yang seharusnya menjadi pilar ekonomi rakyat, lebih sering tinggal papan nama.

💡 Di sinilah SINTHESA hadir. Bukan proyek. Bukan program musiman. Tapi sebuah sistem utuh yang lahir dari peluh rakyat, ilmu pengetahuan, dan pengalaman panjang pendampingan komunitas desa.

SINTHESA bukan hanya tentang peternakan atau pertanian. Ia adalah jalan panjang untuk menyatukan potensi desa: melalui pendidikan rakyat, koperasi produsen, inovasi teknologi, dan sinergi antar sektor. Peternak dan petani tak lagi berjalan sendiri, tapi bersama dalam sistem kolektif yang saling menopang.

📚 Model ini dimulai dari pendidikan melalui SPR dan AKKUR—bukan sekadar pelatihan teknis, tapi transformasi kesadaran dan kepemimpinan komunitas. Lalu lahirlah koperasi rakyat yang sesungguhnya: yang dimiliki, dikelola, dan diperjuangkan oleh warga sendiri.

🔬 Tak berhenti di sana. Sistem ini dilengkapi dengan KRITIS dan PKPKUR—pusat riset dan kajian ekonomi rakyat—yang menjamin koperasi terus belajar, tumbuh, dan berdaya saing. Dari sanalah muncul sinergi antar desa, antar sektor, dan antar lembaga.

🏅 Dan agar semua ini bukan mimpi semusim, dibangunlah sertifikasi transformasi kelembagaan: dari Bintang 1 hingga Bintang 4. Progres koperasi tak hanya dinilai dari laporan, tapi dari pertumbuhan nyata—dalam pendapatan, tata kelola, dan daya tahan usaha.

🤝 SINTHESA tidak bergerak sendiri. Ia berjalan bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra pasar, pemodal sosial, dan alumni SPR–AKKUR yang menjadi pendamping akar rumput. Inilah ekosistem perubahan yang bukan lagi top-down, tapi bottom-up dengan sinergi lintas peran.

🎯 Dan akhirnya, tujuan besar kita bukan hanya meningkatkan pendapatan desa—tetapi mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan rakyat. Ketika koperasi desa bisa memasok pangan ke rumah sakit kota, ke pasar modern, bahkan ke ekspor nasional—maka kita tidak lagi bicara tentang pemberdayaan, tapi tentang penguasaan atas nilai tambah dan arah pembangunan.

📌 Rakyat mandiri dan berdaulat bukan sekadar slogan. Ia lahir dari sistem yang dibangun dengan ilmu, gotong royong, dan keberpihakan kepada yang kecil.

Mari jangan tunggu pusat datang membenahi desa. Justru dari desa-lah sistem ini harus bergerak—menjadi contoh, menjadi cahaya, menjadi jalan.

📖 Baca artikel lengkapnya mulai dari BAB 1 hingga BAB 7 di:
🔗 https://medium.com/@mangesti/peta-jalan-membangun-sinthesa-sistem-integrasi-horizontal-ekonomi-desa-a2532dc35c94

📲 Bagikan pesan ini ke sahabat petani, guru desa, penyuluh, dan pemimpin komunitas. Karena perubahan besar tak lahir dari gedung tinggi, tapi dari balai desa yang bersinar oleh tekad rakyat.

🟥 SINTHESA bukan sekadar sistem. Ia adalah harapan yang dijalankan bersama.
Dari Desa, Untuk Indonesia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments