Google search engine
HomeHotelSambut Hari Lingkungan Hidup Kolaborasi Lintas Sektor di Malang Raya Sulap Limbah...

Sambut Hari Lingkungan Hidup Kolaborasi Lintas Sektor di Malang Raya Sulap Limbah Makanan Hotel Jadi Pakan Ternak

Grand Mercure Malang Mirama berkolaborasi bersama Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Local Preneur dan People Hub

MALANG-kanalsembilan.com (6 Juni 2026

Industri perhotelan di Jawa Timur mulai bergerak nyata menuju pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2026, Grand Mercure Malang Mirama bersama Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Local Preneur dan People Hub resmi meluncurkan gerakan bertajuk “Beyond Waste” pada Kamis, 4 Juni 2026.

Inisiatif ini berfokus pada pengolahan limbah makanan (food waste) menjadi produk bernilai guna sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan sebuah langkah nyata dalam membangun warisan tanggung jawab bagi generasi mendatang melalui penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Beyond Waste diharapkan menjadi awal dari gerakan sustainability yang dapat diterapkan secara nyata. Kami tidak hanya mengelola limbah, kami sedang membangun warisan tanggung jawab untuk generasi mendatang,” ujar Sugito dalam peluncuran gerakan tersebut.

Sugito menambahkan, gerakan ini dirancang untuk membuka wawasan baru mengenai potensi besar dari circular economy. Menurutnya, limbah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai justru dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi dan sosial yang tinggi.

“Gerakan ini bukan hanya tentang pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dari pengolahan food waste, masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja baru, sementara industri dapat membangun kemandirian material melalui pemanfaatan sumber daya yang selama ini terbuang,” jelasnya.

Komitmen manajemen tersebut diterjemahkan secara teknis di area operasional hotel. Grand Mercure Malang Mirama sendiri telah menerapkan pembatasan ketat terhadap produksi sampah makanan sejak awal hotel dibuka pada tahun 2021, sejalan dengan regulasi jaringan hotel Accor global.

Operational Manager Grand Mercure Malang Mirama, Wahyu Widianto, membeberkan bahwa volume sampah makanan di hotelnya sangat fluktuatif dan bergantung pada tingkat hunian (occupancy) harian, dengan penyumbang food waste terbesar berasal dari sesi sarapan (breakfast).

“Jika kuota sarapan berada di angka 250, sampah yang dihasilkan berkisar antara 8 hingga 10 kilogram. Namun, saat hunian melonjak hingga 400 atau 500 volume sampah makanan ikut naik ke angka 13 sampai 15 kilogram,” papar Wahyu.

Manajemen hotel memperketat pengawasan agar total food waste harian tidak melewati batas maksimal (baseline) yang ditetapkan oleh Accor, yaitu 15 kilogram per hari. Wahyu menjelaskan, langkah preventif dan pengelolaan kembali (upcycling) langsung dilakukan oleh tim dapur. Roti sisa kafe atau bar yang tidak habis terjual diolah kembali menjadi hidangan penutup khas Timur Tengah, Om Ali, untuk disajikan pada menu sarapan hari berikutnya.

Begitu pula dengan buah stroberi yang bentuknya kurang apik namun masih sangat layak konsumsi, diproses ulang menjadi selai. Sementara sisa makanan yang benar-benar tidak bisa dikonsumsi dialokasikan untuk pembuatan pupuk kompos serta pakan ternak.

Sejalan dengan langkah taktis pihak hotel, kolaborator gerakan ini turut menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari para pelaku usaha. Founder Local Preneur, Baskoro, menyatakan dukungannya terhadap transformasi paradigma di dunia industri saat ini.

“Kami mendukung penuh para pelaku industri untuk mulai memperhatikan dampak lingkungan di sekitarnya. Langkah yang diambil tidak harus selalu muluk-muluk, melainkan apa yang bisa dilakukan saat ini, sekecil apa pun itu,” tegas Baskoro.

Menurutnya, esensi dari dunia usaha di masa depan harus bergeser ke arah yang lebih bertanggung jawab. “Jadi, bisnis tidak hanya melulu bicara tentang untung dan rugi, namun juga wajib menaruh perhatian dan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Kolaborasi sinergis antara pelaku industri dan penggerak lokal ini dinilai sangat tepat oleh kalangan akademisi. Pakar lingkungan sekaligus Dosen Fakultas Peternakan Unikama, Dr. Ir. Tri Ida Wahyu Kustyorini S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng., mengingatkan bahwa pembiaran limbah makanan tanpa pengelolaan yang benar akan memperparah kerusakan bumi.

“Limbah restoran maupun rumah tangga jika tidak dimanfaatkan justru akan menambah cemaran serta meningkatkan emisi gas rumah kaca yang dapat mengganggu dan merusak lapisan atmosfer,” ujar Dr. Tri Ida saat memberikan edukasi lingkungan dalam gerakan ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah organik ini memiliki cakupan yang luas dan fleksibel, seperti diolah menjadi pakan ternak hingga pupuk untuk sektor pertanian.

Dr. Tri Ida juga menekankan bahwa peluang ekonomi dari pengelolaan limbah di wilayah seperti Malang Raya sangatlah menjanjikan.

“Ekonomi masyarakat saat ini membutuhkan inovasi. Pemanfaatan limbah yang tadinya tidak memiliki nilai guna, jika kita olah dengan baik, akan memberikan nilai ekonomis tinggi yang justru menjadi sumber pendapatan (income) baru bagi masyarakat maupun pelaku industri itu sendiri,” tambahnya. Namun, ia menyayangkan saat ini masih banyak pelaku industri atau restoran yang belum mengoptimalkan pengolahan limbah mereka.

Acara peluncuran Beyond Waste yang digelar pada 4 Juni 2026 ini merupakan sebuah kolaborasi lintas sektor yang kuat, melibatkan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Grand Mercure Malang Mirama, Local Preneur, dan People Hub.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 delegasi dari pelaku industri hospitality, UMKM kuliner, akademisi kampus, hingga organisasi non-pemerintah (NGO). Rangkaian kegiatannya meliputi pembukaan komitmen ESG, talkshow keberlanjutan, presentasi isu limbah makanan, hingga demonstrasi langsung pengolahan limbah menjadi pakan ternak bersama peternak lokal.

Mengusung visi “Building a Sustainable Future, One Waste at a Time”, gerakan ini menargetkan indikator keberhasilan yang ambisius, antara lain tercapainya tingkat kesadaran masyarakat sebesar 95 persen dan pengurangan limbah makanan hingga 80 persen.

Inisiatif lokal di Malang Raya ini diharapkan mampu menyokong pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Untuk kegiatan menarik dan informasi lainnya dapat mengunjungi laman  instagram di @grandmercuremalangmirama atau melalui website resmi hotel all.accor.com/9824 serta dapat menghubungi via telepon di 03413300000 ; email info@grandmercure-malang.com. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments