TANAH SUCI BUKAN MILIK SATU KERAJAAN!
Oleh Mangesti Waluyo Sedjati
Ketua Majelis Ilmu Baitul Izzah | Sekjen DPP Al-Ittihadiyah | Pengurus KPEU MUI Pusat
Sidoarjo, 05 Juni 2025
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sahabat yang dirahmati Allah,
Tahukah Anda bahwa Tanah Suci—tempat yang menjadi pusat kerinduan umat Islam sedunia—kini dikuasai secara eksklusif oleh satu keluarga kerajaan? Wilayah suci itu dikelola layaknya zona industri, dengan sistem Syirkah (korporasi) yang mengkomersialkan seluruh proses ibadah haji. Firman Allah jelas:
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
“…Maka serukanlah kepada manusia untuk berhaji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau dengan unta yang kurus, dari segenap penjuru yang jauh.”
(QS. Al-Hajj: 27)
📌 Tanah Haram adalah amanah Allah untuk seluruh umat Islam—bukan ladang bisnis dinasti duniawi.
🔎 Fakta Mengejutkan: Biaya Haji Melonjak Tajam
Menurut World Inequality Database dan Human Rights Watch, biaya haji dari negara non-Arab melonjak drastis dalam 10 tahun terakhir:
• 2013: $3.800 (~Rp57 juta)
• 2018: $6.500 (~Rp97 juta)
• 2024: $8.900 (~Rp142 juta)
• 2025: $9.950 (~Rp159 juta)
🔍 “Tapi bukankah jemaah Indonesia hanya membayar Rp61 juta tahun ini?”
Benar. Tapi perlu Anda tahu: selisihnya dibayar dari dana manfaat yang dikelola oleh BPKH—uang umat dari setoran awal bertahun-tahun. Artinya, sistem mahal itu tetap berjalan, hanya saja kita tidak langsung merasakannya karena disubsidi secara tak kasat mata.
🎙️ Realitas Pahit: Ibadah atau Logistik Komersial?
Tahun ini, dunia dikejutkan oleh kisah 3 orang WNI yang berjalan kaki menembus gurun menuju Makkah karena tak punya visa dan uang. Mereka ditolak sistem Syirkah Saudi, tapi mereka tetap datang dengan iman yang kokoh.
📌 Siapa sejatinya tamu Allah? Mereka yang membayar mahal dalam sistem korporasi, atau mereka yang datang penuh cinta meski tanpa uang?
📣 Usulan Konkret: Konsorsium Islam Internasional
Sudah saatnya dunia Islam menyatukan suara!
✅ Bentuk lembaga internasional yang mewakili negara-negara Muslim seperti Indonesia, Turki, Mesir, Pakistan, Nigeria, Malaysia.
✅ Kelola Tanah Suci berbasis wakaf dan syariat, bukan logika bisnis.
✅ Kembalikan makna ibadah dan keadilan dalam pelayanan haji.
Jika Bank Islam Dunia bisa berdiri dan OIC bisa terbentuk, mengapa Tanah Suci masih dimonopoli?
🧮 Simulasi Dampak Sistem Wakaf Global
Bayangkan jika sistem haji berbasis wakaf diberlakukan:
💰 Biaya haji bisa ditekan 40–60% karena tidak dikelola dengan margin laba seperti Syirkah Saudi.
📊 Keuntungan finansial tersebar ke umat dunia, bukan ke satu negara.
🧕 Akses untuk jemaah miskin terbuka luas lewat subsidi dari wakaf dan Baitul Mal.
❤️ Pelayanan berorientasi ibadah dan kemanusiaan, bukan sekadar logistik dan efisiensi.
📈 Ekonomi umat ikut bergerak: peternak, UMKM, dan koperasi Islam akan hidup kembali karena keterlibatan dalam rantai haji.
Sumber: Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2023 & OIC Report 2022
🛑 Jika Tanah Suci dikuasai oleh sistem bisnis, lalu siapa lagi yang akan membela hak spiritual umat Islam?
🕊️ Penutup: Waktunya Indonesia Memimpin!
Indonesia adalah negara dengan jemaah haji terbanyak di dunia.
📢 Maka kita punya legitimasi moral dan politik untuk memimpin reformasi tata kelola haji global—dari komersial ke spiritual, dari monopoli ke musyawarah, dari Syirkah ke wakaf!
📤 Jika Anda peduli, bantu viralkan tulisan ini ke setiap grup, komunitas, dan jejaring strategis Anda.
🔗 Artikel lengkap bisa dibaca di: https://medium.com/@mangesti/serial-refleksi-haji-2025-edisi-ke-6-748babc630fc
#BebaskanHaramain #RefleksiHajiGlobal #TanahSuciUntukUmat #IndonesiaMemimpin
(gwa-mws).


