Catatan Hari Ini #1330
Teladan sempurna dari sekian banyak pemimpin yang adil dan bijaksana adalah Nabiyullah Sulaiman ‘alaihis salam.
Al Kisah :
Ketika suatu saat beliau keluar dengan balatentaranya ternyata beliau mendengar percakapan ratu semut dengan anak buahnya;
حَتَّىٰۤ إِذَاۤ أَتَوۡا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمۡلِ قَالَتۡ نَمۡلَةࣱ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّمۡلُ ٱدۡخُلُوا۟ مَسَـٰكِنَكُمۡ لَا یَحۡطِمَنَّكُمۡ سُلَیۡمَـٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمۡ لَا یَشۡعُرُونَ.
Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” [QS. An-Naml: 18]
Pelajaran dari kisah tersebut:
▪️Nabi Sulaiman as. menghentikan tentaranya ketika mendengar suara Ratu semut,
Begitulah seorang pemimpin yang bijak, ia mendengarkan keluhan sayup dari rakyatnya yang lemah, yang tinggal di daerah-daerah terpencil.
▪️Nasihat dari seekor semut kecil bisa menjadi sebab keselamatan bangsanya,
▪️Jangan pernah meremehkan nasihat dari orang kecil, karena ia bisa menjadi penentu keselamatan sebuah bangsa.
▪️Meskipun bahaya sedang mengancam koloni semut, Ratu semut tetap memberi udzur kepada tentara Sulaiman bahwa para tentara tidak meyadari keberadaan koloni mereka,
Begitulah pemimpin yang berjiwa besar, ia akan selalu mencari pembenaran dan berprasangka baik terhadap orang lain.
Semoga para pemimpin negeri ini mendapat pancaran kebijaksanaan.
Semoga bermanfaat
(gwa-pengajian-kebangsaan-indonesianis).


