Google search engine
HomeAgamaSurga dan Neraka Itu Kekal, Anda Mau Pilih Yang Mana

Surga dan Neraka Itu Kekal, Anda Mau Pilih Yang Mana

Oleh: HM Zainuddin Qodir, pengurus bidang organisasi DDII Jatim

Jika disuruh memilih, surga atau neraka, pasti semua orang akan memilih sorga. Namun ketika diminta untuk mengerjakan syarat-syarat untuk masuk masuk surga, tidak semua mau mengerjakan.

Padahal untuk masuk surga, tidak perlu modal seperti orang yang memilih neraka. Untuk masuk surga cukup melaksanakan perintah Allah, dan tidak mengerjakan larangan Allah.

Namun untuk masuk masuk neraka biayanya mahal. Mungkin kita tahu harga satu botol miras (Minuman keras) yang memabukkan cukup mahal. Satu botol ada yang sampai satu juta rupih. Untuk masuk tempat hiburan, minimal dikocek atau kantong saku harus Rp 500 ribu.

Ada juga yang murah, namun dampak juga cepat. Seperti minuman oplosan. Badan cepat gliyeng, jika diteruskan omongan jadi nglantur, jika ditambah lagi, jadi tak sadarkan diri dan banyak yang terus mati.

Lalu apa yang harus kita kerjakan, apakah ingin surga, atau neraka. Perhatikan apa yang dikatakan oleh khalifah  Umar Al Faruq :

حَاسِبُوا أنْفُسَكُم قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُا وَزِنُوْهَا قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا وَ تَزَيَّنُوا لِلعَرْضِ الأَكْبَر

Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan berhiaslah (beramal shalihlah) untuk persiapan hari ditampakkannya amalan hamba.

Allah berfirman:

يَوْمَئِذٍ لاَ تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

Pada hari itu kalian dihadapkan (kepada Rabb kalian), tiada sesuatupun dari keadaan kalian yang tersembunyi (bagi Allah) -Al Haqqah/69 : 18).

Benarlah yang diucapkan oleh Al Faruq, sesungguhnya muhasabah diri di dunia ini, jauh lebih ringan dari pada hisab Allah pada hari akhir nanti, (yaitu) tatkala rambut anak-anak menjadi putih. Yang menghisab adalah Allah.

Dan yang menjadi bukti otentik adalah kitab yang sifatnya : … tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya?; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang juapun. [Al Kahfi/18 : 49].

Yang harus kita lakukan adalah menghitung atau melakukan hisab, apakah selama ini telah membuat baik. Masihkan berbuat buruk. Masih sering melangkah kaki ke tempat hiburan atau ke masjid. Yang  jelas semua ada perhitungannya. Hanya kalian sendiri yang tahu kebaikan dan keburukan. Semoga bermanfaat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments