SURABAYA-kanalsembilan.com (7 Agustus 2026)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan komitmennya menjadi kampus yang berdampak bagi masyarakat melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027. Salah satu wujud komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran Dr. (HC) Ir. Tri Rismaharini, M.T. sebagai pembicara utama dalam ITS Camp di GOR Pertamina ITS, Senin (3/8).
Dalam sesi bertema Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara, Menteri Sosial RI periode 2020–2024 itu mengajak ribuan mahasiswa baru menjadi generasi yang tangguh, berintegritas, dan mampu menjawab berbagai tantangan bangsa.
“Saya ingin menegaskan pentingnya mental pejuang, integritas, dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan global,” ujar Risma.
Wali Kota Surabaya periode 2010–2020 tersebut menekankan bahwa kesempatan menempuh pendidikan di ITS merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui karya nyata dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut alumnus Arsitektur ITS itu, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga kerja keras, keberanian mengambil risiko, dan semangat pantang menyerah. Ia pun membagikan pengalamannya membangun Kota Surabaya melalui berbagai inovasi yang lahir dari kolaborasi dengan para akademisi dan inovator ITS.
Peraih gelar Doctor Honoris Causa dari ITS tersebut juga menegaskan pentingnya kemandirian bangsa dalam mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi.
“Negara ini harus percaya pada kemampuan sumber dayanya, dan tidak bergantung pada pihak lain,” tegasnya.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D. saat membuka PKKMB. Ia menegaskan bahwa ITS tidak hanya berfokus mencetak lulusan yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membangun karakter, integritas, kepedulian sosial, dan keberanian menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“ITS mencetak lulusan yang cerdas sekaligus peduli terhadap persoalan bangsa, selaras dengan visi institusi sebagai kampus yang berdampak,” ujarnya.
Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS itu menambahkan bahwa tantangan masa depan membutuhkan lulusan yang adaptif, berdaya saing global, kreatif, serta memiliki empati dan kemampuan mengambil keputusan.
Melalui ITS Camp, mahasiswa baru diperkenalkan pada budaya akademik, nilai-nilai luhur institusi, serta kehidupan kampus. Mereka juga didorong membangun jejaring, aktif berorganisasi, dan mengembangkan potensi diri sebagai bekal memasuki dunia profesional.
“Jadikan masa kuliah sebagai waktu terbaik untuk bertumbuh dan mengabdi kepada bangsa,” pesan Bambang.
Sebanyak 7.060 mahasiswa baru ITS mengikuti ITS Camp yang berlangsung pada 3–5 Agustus 2026. Kegiatan dibagi dalam tiga gelombang agar seluruh peserta memperoleh pengalaman belajar secara optimal.
Gelombang pertama diikuti 2.225 mahasiswa dari Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (895 mahasiswa), Fakultas Sains dan Analitika Data (1.160 mahasiswa), serta Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (170 mahasiswa).
Gelombang kedua yang berlangsung 4 Agustus diikuti 2.405 mahasiswa dari Fakultas Vokasi (1.020 mahasiswa), Fakultas Teknologi Kelautan (625 mahasiswa), dan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (760 mahasiswa).
Sementara gelombang ketiga pada 5 Agustus diikuti 2.430 mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (1.130 mahasiswa) serta Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (1.300 mahasiswa).
Selain mengikuti sesi materi di GOR Pertamina ITS, mahasiswa juga menjalani kegiatan luar ruang di lingkungan kampus, pembinaan spiritual di Masjid Manarul Ilmi ITS, serta pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC).
PKKMB ITS 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional lainnya, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pada hari kedua dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Stella Christie, Ph.D. pada hari ketiga.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ITS berharap mampu membentuk mahasiswa baru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan, spiritualitas, serta kepedulian sosial. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat, yakni mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua. (za).


