SURABAYA-kanalsembilan.com (10 Agustus 2025)
Dua suguhan seni yang berbeda warna namun sama-sama berakar kuat pada kekayaan budaya Indonesia tampil memukau di panggung ARTSUBS 2025 yang digelar di Surabaya, Sabtu malam.
Di sesi pembuka, komposer musik kontemporer Joko Winarko atau yang akrab disapa Joko Porong, menghadirkan karya dengan ciri khas pateng kemericik dan kejutan ritmis. Aransemen yang ia sajikan membuka ruang interpretasi luas bagi penonton, memperlihatkan bagaimana gagasan intelektual dapat diwujudkan menjadi harmoni nada yang unik dan eksperimental.
Penampilan tersebut disusul oleh Sanggar Asmorobangun yang membawakan tari Topeng Malangan klasik. Dengan gerak yang anggun dan kostum yang setia pada pakem tradisi lintas generasi, penampilan ini menegaskan komitmen pelestarian budaya daerah yang terus dijaga keasliannya.
Kepala BPK Wilayah 11, Endah Budi Heryani, menegaskan bahwa keberagaman penampilan di ARTSUBS merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat konstitusi.
“Negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya,” ujarnya, mengutip Pasal 32 ayat (1) UUD 1945 dan UU Nomor 5 Tahun 2017.
Bagi penikmat setia, musik Joko Porong memiliki tempat tersendiri. Ridwan Setyawan, warga Surabaya, mengaku selalu mendapatkan pengalaman baru setiap kali menyaksikan karyanya.
“Musiknya itu unik, pateng kemericik, lalu tiba-tiba ada kejutan. Bikin penonton betah sampai akhir,” katanya.
Sementara itu, Siti Rohmah dari Mojokerto yang baru pertama kali menonton langsung, mengaku terheran-heran.
“Saya tidak paham semua maksudnya, tapi rasanya seperti diajak jalan-jalan ke dunia yang tidak pernah saya kunjungi. Aneh, tapi bikin penasaran,” ujarnya sambil tersenyum.
Pertunjukan Joko Porong dan Sanggar Asmorobangun ini menjadi bagian dari sepuluh agenda utama ARTSUBS 2025 yang mengusung filosofi egaliter, demokratis, dan inklusif, menghadirkan panggung bersama bagi seni modern dan tradisi untuk saling memperkaya. (za).


