Google search engine
HomeRacingKesehatanFokus Tekan Stunting Lewat Posyandu Terpadu, Pemkab Mojokerto Gencarkan Program GEMAPITU

Fokus Tekan Stunting Lewat Posyandu Terpadu, Pemkab Mojokerto Gencarkan Program GEMAPITU

MOJOKERTO-kanalsembilan.com

Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mojokerto terus digencarkan oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa. Salah satunya melalui program Gerakan Bersama Masyarakat di Posyandu Integrasi Terpadu (GEMAPITU).

Program ini merupakan bagian dari 100 hari kerja Bupati-Wabup Mojokerto dan terintegrasi dalam gerakan nasional GERCEP Stunting (Gerakan Percepatan Penurunan Stunting).

“Masalah stunting ini bukan hanya karena kesehatan dan fisik, tetapi kemampuan kecerdasan otaknya di bawah rata rata anak pada umumnya. Kita berharap ke depan tidak ada kasus stunting, agar kita bisa menyiapkan generasi yang siap, tangguh, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (14/5/2025).

Gus Bupati, sapaan akrabnya, juga menegaskan program ini menjadi bagian dari misi Catur Abhipraya Mubarok poin kedua, yaitu membentuk SDM unggul lewat pendidikan dan kesehatan. Lewat GEMAPITU, masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis, khususnya ibu hamil dan balita.

“Anda bisa cek kesehatan secara gratis untuk ibu hamil dan anak- anak, agar masyarakat kita terutama anak-anak bisa tumbuh dewasa menjadi anak yang sehat, kuat dan cerdas,” ujarnya.

Tak hanya itu, selain fokus menurunkan stunting di Desa Parengan, Gus Bupati juga mengatakan akan melaksanakan proyek perbaikan jalan sepanjang tiga kilometer dari Parengan ke Lakardowo ke dalam program tahun ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur di Desa Parengan.

“Insyaallah kalau tidak bisa tahun ini, kita pastikan masuk ke PAK. Nanti PUPR saya suruh lihat, kalau memang paling cepat diaspal, ya diaspal. Karena ini sudah masuk agenda kita sampai Lakardowo,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Parengan, Sali melaporkan Desa Parengan memiliki lima posyandu yang aktif melayani balita dan lansia di masing-masing dusun. Total terdapat 229 balita, dengan 3 anak tercatat mengalami stunting.

“Tingkat kehadiran posyandu 90 persen. Selanjutnya, jumlah ibu hamil 24 orang dan jumlah ibu hamil KEK 3 orang. Selain itu, jumlah keluarga risiko stunting 26 keluarga, dengan rincian 1 ibu hamil, 10 baduta, 15 balita. Kami juga sudah mendapatkan bantuan dan pendampingan dari pemerintah Desa Parengan dan TPPS Kecamatan Jetis,” pungkasnya. (ayu/jnr).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments