Google search engine
HomeTausiyahHal-Hal Yang Dapat Merusak Amal Baik

Hal-Hal Yang Dapat Merusak Amal Baik

Catatan Hari Ini #1354

4.قِلَّةُ الحَيَاء

QILLATUL HAYA’⁣ sedikit rasa malunya

Jika seseorang telah kehilangan rasa malu, maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa, bahkan menjilat pun dilakukan yang penting tercapai apa yang diinginkan.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya yang diperoleh manusia dari ucapan kenabian yang pertama adalah jika kamu tidak mempunyai rasa malu, maka berbuatlah sesukamu.” (HR. Bukhari 5655)

Makna kebalikannya “jika kamu masih punya rasa malu, maka jangan berbuat sesuka hati mu” karena hidup ini pinjaman dari Allah SWT yang akan dimintai pertanggungjawaban.

RASA MALU (Al-Haya’) itu dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam, yaitu :

▪️Malu Pembawaan atau Malu Insaniyyun.

Yaitu rasa malu yang dijadikan oleh Allah dalam diri semua orang. Misalnya malu karena terbuka aurot atau buang hajat dijalan umum, dll.

▪️Malu Jenis Iman.

Yakni seorang mukmin mencegah dirinya dari perbuatan maksiat, semata-mata karena malu kepada Allah SWT.

Islam menempatkan malu sebagai bagian dari iman.
Orang beriman pasti memiliki sifat malu.
Sehingga bisa dibilang bahwa orang yang tidak memiliki rasa malu berarti tidak ada iman dalam dirinya, meskipun lidahnya menyatakan beriman.

Sebagaimana Rosulullah ﷺ telah bersabda :

َﺍَلْإِﻳْﻤَﺎﻥُ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮْﻥَ ﺃَﻭْ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳِﺘُّﻮْﻥَ ﺷُﻌْﺒَﺔً، ﻓَﺄَﻓْﻀَﻠُﻬَﺎ ﻗَﻮْﻝُ ﻻَﺇِﻟٰﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠّٰﻪُ، ﻭَﺃَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﺇِﻣَﺎﻃَﺔُ ﺍْﻷَﺫَﻯ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳْﻖِ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺀُ ﺷُﻌْﺒَﺔٌ ﻣِﻦَ َﺍْﻹِﻳْﻤَﺎﻥُ (رواه البخاري ومسلم)

”Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang. Cabang Iman tertinggi adalah Mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallooh’, dan cabang Iman terendah adalah nembuang gangguan dari Jalan. Dan rasa malu merupakan cabang dari Iman”. (HR. Bukhori-Muslim).

Sifat malu yang di miliki seorang hamba akan selalu membawa kebaikan bagi dirinya.
Sebagaimana Rosulullah ﷺ bersabda :

اَلْحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ . (رواه البخاري ومسلم)

“Rasa Malu itu tidak nendatangkan kecuali kebaikan”. (HR. Bukhori Muslim)

Ada 3 (tiga) macam malu yang perlu melekat pada diri seseorang :

Pertama, malu kepada diri sendiri, ketika sedikit melakukan amal dan menebar kebaikan untuk orang lain.
Malu ini mendorongnya meningkatkan kuantitas amal sholeh dan memberi manfaat kepada sesama agar menjadi manusia terbaik disisiNya.

Kedua, malu kepada sesama manusia.

Meskipun ini cerminan belum bisa ikhlas dan tidak dapat pahala, tetapi paling tidak dapat mengendalikan diri agar tidak melakukan perbuatan dosa yang tercela dimata manusia.

Ketiga, malu kepada Allah SWT.

Ini malu yang terbaik dan dapat membawa kebahagiaan hidup.
Orang yang malu kepada Allah, tidak akan berani melakukan maksiat dan tidak akan berani meninggalkan kewajiban karena meyakini Allah selalu mengawasinya.

Semoga bermanfaat 😊🙏🏽

(gwa-pengajian-kebangsaan-indonesianis).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments