SURABAYA-kanalsembilan.com (31/5/2025)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur resmi memulai rangkaian kegiatan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 dengan menggelar Training of Trainers (ToT) Duta Literasi Keuangan. Kegiatan ini berlangsung di Kantor OJK Jatim dan mengusung tema “Masa Depan Sejahtera dengan Perencanaan Keuangan.”
Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, dan Madura) terpilih sebagai peserta. Mereka disiapkan menjadi agen literasi keuangan melalui program baru bertajuk AREK Jatim (Agen Literasi Keuangan Jawa Timur) yang menjadi bagian dari inisiatif nasional OJK PEDULI.
Fokus Edukasi Generasi Muda
Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari, menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan generasi muda.
“Masa muda adalah waktu terbaik untuk belajar dan memulai kebiasaan baik, termasuk dalam hal perencanaan keuangan. Literasi keuangan bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan,” ujarnya.
Program ini akan berlangsung dari Mei hingga Agustus 2025 dan mencakup berbagai agenda seperti Financial Literacy Series, Financial Literacy Campaign, dan Financial Literacy Award.
Kolaborasi dan Materi Komprehensif
Kegiatan ToT ini menghadirkan pemateri dari Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jatim, yang membahas sektor perbankan, asuransi, pegadaian, dan pasar modal. Para narasumber antara lain:
Asikin Ashar (Deputi Kepala BEI Kantor Perwakilan Jatim)
Hari Pendi (Ketua Bidang Pendidikan AAUI Jatim)
Andhika Eka (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia)
Mutiara Pertiwi (PT Pegadaian Area Surabaya)
Yetty Fitria (PT Bank Jatim Tbk)Kepala Departemen Literasi dan Penelitian FKIJK Jatim, Cita Melisa, mengapresiasi kolaborasi antara OJK dan FKIJK.
“Generasi muda saat ini sangat potensial. Mereka bisa menjadi agen perubahan dengan menyebarluaskan pengetahuan keuangan ke masyarakat luas,” ungkapnya.
Tantangan dan Harapan
Mengacu pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tercatat bahwa indeks literasi keuangan nasional sebesar 65,43%, sementara indeks inklusi mencapai 75,02%. Artinya, masih ada selisih 14,05% yang menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan produk keuangan tanpa memahami sepenuhnya manfaat dan risikonya.
Dengan hadirnya program AREK Jatim, OJK berharap bisa menutup celah tersebut melalui edukasi langsung dari generasi muda kepada masyarakat.(za)


