Google search engine
HomeDaerahRibuan Ulama se-Indonesia Berkumpul Pamekasan. Ada apa?

Ribuan Ulama se-Indonesia Berkumpul Pamekasan. Ada apa?

PAMEKASAN-kanalsembilan.com (14 Agustus 2026)

Ada pemandangan berbeda di Asta Agung Toronan, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan kemarin (13 Agustus 2026). Ribuan ulama dzurriyah Agung Totonan tampak berkumpul di lokasi Asta. Beberapa terop dan panggung penu sesak dengan hadirin. Layar monitor juga menyala di bagian belakang. Wartawan berdatangan dan aparat berjaga. Pedagang UMKM tampak gembira ria dagangannya banyak yang beli.

Awak media kami mewawancarai salah satu panitia, yaitu Firman Syah Ali yang akrab disapa Kak Mamang.

Kak Mamang menyatakan bahwa acara yang sedang berlangsung tersebut adalah Haul ke-266 Bhuju’ Agung Toronan.

“Saat ini sedang berlangsung acara Haul ke-266, sekaligus Haul Akbar II Bhuju’ Agung Toronan, yang alhamdulillah dihadiri oleh ribuan ulama dari seluruh pelosok nusantara, diantaranya dari Papua” ucap keponakan Mahfud MD.

Ia menjelaskan siapa sosok Bhuju’ Agung Toronan yang sedang diperingati Haulnya tersebut.

“Bhuju’ Agung Toronan yang sedang kami peringati haulnya hari ini adalah leluhur kami. Beliau adalah ulama abad ke-18 yang berdakwah di Pamekasan. Beliau berasal dari Sumenep, mondok di Bangkalan dan berdakwah di Pamekasan. Beliau adalah dzurriyah dari Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kudus dan Sunan Drajat melalui Pangeran Katandur Sumenep dan Sunan Cendana Kwanyar Bangkalan” lanjut Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU.

Ia juga menjelaskan siapa saja profil dzurriyah Bhuju’ Agung Toronan.

“Berdasarkan catatan munsib KH Sufandi, diantara dzurriyah Bhuju’ Agung Toronan adalah KHR As’ad Syamsul Arifin Pahlawan Nasional, Prof Mahfud MD tokoh nasional, KHR Afifuddin Muhajir tokoh nasional, KH Cholil Nafis tokoh nasional dan banyak tokoh nasional lainnya. Banyak juga kepala daerah dan mantan kepala daerah di Jawa Timur yang merupakan dzurriyah Bhuju’ Agung Toronan. Ini semua sebagai bahan motivasi kepada para gen Z penerus genealogis Bhuju’ Agung Toronan untuk berpacu meningkatkan kualitas dan prestasi untuk kemanfaatan yang sebesar-besarnya untuk umat” lanjut Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP).

Selain tokoh negarawan, menurutya dzurriyah Bhuju’ Agung Toronan merupakan jejaring pengasuh Pondok Pesantren besar se-Nusantara.

“Selain menjadi tokoh negarawan, dzurriyah Agung Toronan juga merupakan jejaring pengasuh pesantren besar se-nusantara, sebut saja diantaranya Sukorejo, Nurul Jadid, Walisongo, Banyuanyar, Bata-bata, Al-Amien, DALWA dan banyak lagi lainnya” lanjut Ketua Umum Konfederasi Olahraga NU (KONU).

Menurutnya, dari dua tausiyah yang disampaikan oleh Bupati KH Kholilurrahman dan Kasepuhan RKH Kholil Muhammad Gunungsari intinya sama.

“Tadi ada tausiyah yang disampaikan oleh Kholilain, yaitu Bupati Pamanda RKH Kholilurrahman dan Kasepuhan Mbah RKH Kholil Muhammad Gunungsari, yang intinya sama, yaitu mengajak potoh Gung Toronan untuk terus menjalin silaturrahim, tidak lupa asal, meneladani semua ajaran Bhuju’ dan tidak suka membeda-bedakan antar satu dzurriyah dengan dzurriyah lainnya walau beda nasib, beda kelas sosial, beda afiliasi politik, beda ideologi dan sebagainya, semua tetap satu nasab, yaitu Potoh Gung Toronan” pungkas Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments