Google search engine
HomeTausiyahWaktu yang Mustajab

Waktu yang Mustajab

Syarah Riadhus Shalihin, Hadits No. 1178

Dari Jabir R.A, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda :

اِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْاَلُ اللّٰهَ خَيْرًا مِنْ اَمْرِ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ اِلَّا اَعْطَاهُ اِيَّاهُ وَذٰلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya pada malam hari benar-benar ada suatu saat yang tidaklah seorang muslim (ketika itu) memohon kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kepada Allah Ta’ala, melainkan Allah pasti akan memberikannya. Yang demikian itu terdapat pada setiap malam.

Pengesahan hadis:
Diriwayatkan oleh Muslim (757)

Kandungan hadis:
– Malam hari sepenuhnya merupakan waktu yang mustajab. Oleh karena itu, do’a pada setiap waktu di malam hari memiliki harapan besar untuk bertepatan dengan waktu mustajab.

– Hendaknya seorang muslim berdo’a untuk kebaikan saja, baik urusan duniawi maupun ukhrawi. Maka dari itu, tidak boleh berdo’a untuk berbuat dosa atau memutuskan tali silaturrahim.

– Berdo’a pada tengah malam terakhir lebih utama dan lebih disenangi Allah. Hal ini berdasarkan hadis hasan dari Abu Umamah yang diperkuat oleh hadis-hadis lain, dia berkata:

“Pernah ditanyakan kepada Rasulullah S.A.W, “Do’a apakah yang paling didengar Allah?” Beliau menjawab: “Do’a di pertengahan malam dan setelah shalat-shalat wajib.”

Oleh karena itu, Abu Bakar Ath-Tharathusi di dalam kitabnya, Ad-Du’a Al Ma-tsuur wa Aadaabuh, berkata pada halaman 68: “Sebagai keterangan pada penutup bab ini: “Bukan orang yang mengerti agama (faqih) apabila dia mempunyai suatu hajat yang harus diminta kepada Allah, tetapi dia tidur sampai waktu sahur.”

Dibagikan menggunakan
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.muslim.dev.alquranperkata

(gwa-kbpii-jatim.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments