Google search engine
HomeAgamaTips Meraih Keikhlasan

Tips Meraih Keikhlasan

Adapun cara untuk meraih keikhlasan yaitu dengan,
1) meredam hawa nafsu,
2) tidak tamak terhadap dunia, dan
3) hanya berorientasi kepada akhirat,
sampai ketiganya berakar dalam hati seorang hamba.

Dengan melakukan ketiga hal di atas, niscaya seorang hamba akan mudah beramal dengan ikhlas. Betapa banyak amalan yang dilakukan dengan susah payah, dan karena mengharap wajah Allah semata, padahal ia telah terkecoh. Ini karena ia tidak menyadari kecacatan amalnya.

Disebutkan sebuah kisah, bahwa ada seseorang yang biasa shalat di shaff pertama. Suatu ketika, ia terlambat datang sehingga ia pun shalat di shaff kedua. Ia merasa malu kepada orang-orang, sebab dirinya terlihat berada di shaff yang kedua. Akhirnya ia pun menyadari, bahwa kebahagiaan dan ketenangan hatinya akibat shalat pada shaff terdepan itu hanyalah lantaran ia ingin dilihat oleh orang lain.

Perasaan ingin dilihat orang lain atau riya terkadang dianggap hal sepele dan jarang disadari. Amat sedikit amal yang bisa lepas darinya dan jarang sekali orang menyadari hal ini, kecuali mereka yang diberi petunjuk oleh-Nya. Kelak pada hari Kiamat, mereka yang tak menyadari perkara semacam ini akan melihat amal baiknya menjadi sebuah perbuatan dosa. Mereka itulah yang dimaksud oleh Allah dalam firman-Nya:

وَبَدَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا۟ يَحْتَسِبُونَ * وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

“… Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka kejahatan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh apa yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya.”
(QS. Az-Zumar : 47-48)

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِٱلْأَخْسَرِينَ أَعْمَٰلًا * ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Katakanlah (Muhammad): ‘Perlukah Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?’ (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahfi : 103-104)

3️⃣ 𝗜𝗞𝗛𝗟𝗔𝗦 𝗠𝗘𝗡𝗨𝗥𝗨𝗧 𝗣𝗔𝗥𝗔 𝗨𝗟𝗔𝗠𝗔

Ya’qub berkata:
“Orang yang ikhlas ialah orang yang menutupi kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan dosa-dosanya.”

As-Susy berkata:
“Ikhlas itu tidak merasa diri sudah ikhlas. Karena siapa yang merasa dirinya sudah ikhlas, berarti ia masih perlu mengikhlaskan keikhlasannya.”

Apa yang disebutkan oleh as-Susy ini merupakan tips agar terbebas dari penyakit ujub atau bangga terhadap amal yang telah dilakukan. Pasalnya, merasa diri sudah ikhlas dan menganggap seperti itu adalah bentuk ujub, penyakit ini termasuk salah satu penghalang keikhlasan. Sedangkan orang yang benar-benar ikhlas itu ialah yang bebas dari penghalang apa pun.

Ayyub berkata: “Mengikhlaskan niat lebih berat bagi orang yang beramal daripada amal apa pun.”

Seorang ulama berkata:
“Ikhlas sesaat berarti selamat selamanya. Namun ikhlas itu sesuatu yang sulit diraih.”

Seseorang bertanya pada Suhail:
“Apakah yang paling sulit bagi jiwa?”
Suhail lalu menjawab:
“Ikhlas. Karena, jiwa tidak mendapatkan jatah terhadapnya.”

Al-Fudhail berkata: “Meninggalkan suatu amalan karena malu kepada manusia itu adalah riya, sedangkan beramal karena manusia itu syirik. Ikhlas berarti Allah menyelamatkanmu dari kedua petaka tersebut.” (bersambung).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments