SURABAYA-kanalsembillan.com (26/5/2025)
Meski usianya telah lanjut, semangat Siti Maimunah (89) untuk menunaikan ibadah haji tak pernah surut. Warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali ini menjadi jemaah tertua dari daerahnya yang tergabung dalam Kloter 71 Embarkasi Surabaya.
Siti Maimunah tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Kamis (22/5/2025) bersama anak tertuanya, Mariyati (57), yang juga menjadi pendampingnya.
Menurut Mariyati, ibunya ada keterbatasan dalam berkomunikasi, karenanya wawancara dibantu oleh Siti Maimunah.
Menurutnya kondisi ibunya cukup sehat meski sempat mengalami serangan jantung lima bulan lalu. “Alhamdulillah, meski hampir 90 tahun, ibu sehat. Tidak ada penyakit berat seperti diabetes atau darah tinggi. Hanya sempat kena serangan jantung karena faktor usia,” ungkapnya, Minggu (25/5/2025).
Sebelum sakit, Siti Maimunah masih aktif bertani di kebun cengkih. Ia bahkan sempat mengikuti manasik haji usai dinyatakan berangkat tahun ini. Setelah terkena serangan jantung, ia lebih banyak beristirahat di rumah.
“Ibu adalah petani cengkih. Setiap panen, beliau menyisihkan sedikit demi sedikit hasilnya untuk ditabung. Dari sanalah kami bisa mendaftar haji pada 2019,” kenang Mariyati.
Siti Maimunah telah lama mendambakan naik haji. Namun, keterbatasan ekonomi membuat impian itu tertunda. “Kami sembilan bersaudara. Bapak sudah meninggal 27 tahun lalu. Baru enam tahun lalu kami bisa mendaftar,” ujarnya.
Mariyati bersyukur karena sang ibu mendapat prioritas keberangkatan berkat kebijakan kuota lansia dan pendamping lansia. “Alhamdulillah ibu bisa berangkat lebih cepat dari masa tunggu normal.”
Sempat mengalami penurunan tekanan darah saat masuk asrama, kondisi Siti Maimunah kini telah stabil. “Semoga kami diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci,” harap Mariyati. (za/ai).


