Banyuwangi, 22 April 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Luminor Hotel Banyuwangi menghadirkan konsep perayaan yang berbeda dan penuh warna. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan perempuan Indonesia, kegiatan ini juga menjadi wadah ekspresi kreativitas bagi seluruh karyawan tanpa batas.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menampilkan kreativitas dan kebersamaan seluruh tim melalui parade busana dan catwalk yang diikuti oleh staf pria maupun wanita. Para peserta tampil percaya diri dengan balutan busana yang mencerminkan kekayaan budaya, keunikan karakter, serta interpretasi modern terhadap semangat Kartini, Ujar R. Aditya Akbar (King Adit) sebagai Marcomm Luminor Hotel Banyuwangi
Kegiatan ini tidak hanya menampilkan sisi estetika, tetapi juga menghadirkan suasana yang hangat, meriah, dan penuh antusiasme. Setiap langkah di atas catwalk menjadi simbol keberanian dalam berekspresi serta semangat untuk terus berkembang, sejalan dengan nilai-nilai emansipasi yang diwariskan oleh R.A. Kartini.
Sebagai bentuk apresiasi, Luminor Hotel Banyuwangi juga menghadirkan berbagai hadiah menarik bagi para peserta, termasuk maskot ikonik Luminor Banyuwangi, Si Lumi dan Mino, boneka jerapah yang lucu dan menggemaskan, yang menjadi simbol keceriaan dan identitas khas Luminor Banyuwangi. Selain itu, penghargaan khusus turut diberikan kepada peserta dengan kategori Best Costume (Inspirational Look) sebagai apresiasi atas penampilan terbaik yang merepresentasikan semangat Kartini yang anggun dan berkarakter, serta Best Performance bagi peserta yang mampu menampilkan kepercayaan diri, karakter, dan totalitas terbaiknya di atas panggung.
Melalui kegiatan ini, Luminor Hotel Banyuwangi berharap dapat menciptakan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan antar karyawan serta menumbuhkan rasa percaya diri dan apresiasi terhadap keberagaman.
Perayaan Hari Kartini tahun ini menjadi bukti bahwa semangat Kartini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk—tidak hanya melalui kata, tetapi juga melalui aksi nyata yang kreatif, inklusif, dan inspiratif. (Gus)


