Google search engine
HomeTausiyahHikmah Dibalik Berbagai Fitnah

Hikmah Dibalik Berbagai Fitnah

https://www.facebook.com/share/p/1AzPjKAvvT/

Dikala berbagai fitnah dan hawa nafsu melanda, maka tampaklah ke permukaan hakikat jatidiri seseorang. Apakah dia seorang sunni salafi, haroki hizbi atau shufi mubtadi.

Sebelum fitnah terjadi, yang tampak kekokohannya berpegang teguh dengan sunnah ditengah-tengah publik. Sehingga sebagian orang tertipu dan menyangka dia di atas kebenaran.

Berkata Ibnu Baththah rahimahullah :

‘‘إن هذه الفتن و الأهـوَاء، قد فضحت خلقاُ كثيراً، و كشَـفَت أستَـارَهُم عن أصُـول قَبيحَة، فإن أَصوَن النـاس لنفسه ؛ أحفظهم للــسانه،

Sesungguhnya berbagai fitnah dan hawa nafsu, sungguh telah membongkar kedok sekian banyak orang dan menyingkap tirai yang menutupi prinsip-prinsip mereka yang buruk. (Al Ibanah Kubro jld 2 hlm 596).

Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

والسلفي المزيف

> تظهره الفتن

> وتكشف حقيقته

> وتكشف زيفه

فكونوا شهداء لّله ولو على أنفسكم أو الوالدين أو الأقربين.

المصدر: [ نفحات الهدى والإيمان من مجالس القرآن، 128

“Dan salafi yang palsu itu :

> Fitnah-fitnah akan menampakkannya

> Hakikatnya akan tersingkap

> Kepalsuannya akan terungkap

Maka jadilah kalian saksi-saksi untuk Allah, walaupun atas diri-diri kalian, orang tua kalian atau kerabat kalian.” (Nafahaat Al-Huda wal-iman min majalis Al-Quran, 128).

Berkata syaikh Ahmad Bin Yahya An Najmi rahimahullah :

الذي يُظهر للناس أنــه عـلى السنة والسلفية وهو مبتدع فلابـد أن الله عزوجل سيكشف عـواره مهما بقي مندســاً

Seseorang yang menampakkan kepada manusia bahwa ia berada di atas sunnah dan salafiyyah padahal dia seorang mubtadi’ maka mesti Allah akan menyingkap aibnya walaupun ia bersembunyi (di balik pengakuan sebagai salafy). (Al Fawakihul Jaliyyah hal.27).

Selain itu, kedok mereka akan tersingkap, dengan siapa mereka berteman akrab.

Berkata Al Imam Al Auza’i rahimahullah :

من استتر عنا بدعته لم تخف ألفته..

“Siapa yang tersembunyi dari kami kebidahannya, maka tidak akan tersembunyi dengan siapa dia berteman..” (I’tiqad ahlis sunnah).

Abu Fadhel Majalengka

(gwa-swhs-ayat).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments