JAKARTA-kanalsembilan.com (7 Januari).
Pemerintah Indonesia berhasil memenangkan lelang lahan strategis di Kota Makkah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan menjadi Kampung Haji Indonesia.
Lokasi lahan tersebut dinilai sangat ideal karena berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram, sehingga memudahkan akses jemaah haji dan umrah asal Indonesia ke pusat ibadah umat Islam.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, selain memperoleh lahan, Indonesia juga berhasil mengakuisisi aset hotel yang telah beroperasi di Makkah. Hotel tersebut direncanakan sudah dapat digunakan mulai musim haji tahun 2026 untuk menampung jemaah Indonesia.
“Yang kita peroleh bukan hanya tanah, tetapi juga hotel yang sudah jadi. Insya Allah tahun ini sudah bisa dipergunakan untuk menampung sementara sekitar 24.000 hingga 25.000 jemaah,” kata Prasetyo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Sementara itu, lahan yang dimenangkan dalam lelang akan menjadi lokasi pembangunan Kampung Haji Indonesia. Kawasan ini dirancang sebagai area terpadu yang menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi jemaah.
“Di atas lahan itu nanti kita bangun Kampung Haji, yang di dalamnya ada hotel, pusat perbelanjaan, dan fasilitas lainnya. Kita juga berharap ada klinik kesehatan,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi memberikan keleluasaan kepada Indonesia untuk memilih lokasi lahan yang dianggap paling strategis. Dari beberapa opsi yang tersedia, Presiden RI akhirnya menetapkan satu lokasi yang posisinya sangat dekat dengan Masjidil Haram.
“Bapak Presiden memilih satu lokasi yang jaraknya kurang lebih hanya 500 meter dari Masjidil Haram,” katanya.
Ke depan, kawasan Kampung Haji Indonesia juga diharapkan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti food court dan area layanan publik, agar jemaah haji dan umrah Indonesia memiliki ruang yang nyaman dan representatif selama berada di Tanah Suci.
Menurut Prasetyo, keberadaan Kampung Haji tidak hanya ditujukan untuk melayani jemaah haji, tetapi juga jemaah umrah yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.
“Jemaah umrah Indonesia hampir mencapai 1,8 juta orang per tahun. Ini potensi yang sangat besar dan perlu dikelola dengan baik,” pungkasnya. (Hajinews.co.id).


