Google search engine
HomeSejarahKetika 3.000 Mujahid Menghadapi 200.000 Pasukan Romawi

Ketika 3.000 Mujahid Menghadapi 200.000 Pasukan Romawi

OneDayOneSirah
๐Ÿ“˜ Edisi 353 dari 732
๐ŸŒŸ Perang Muโ€™tah: Ketika 3.000 Mujahid Menghadapi 200.000 Pasukan Romawi

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู
Assalamuโ€™alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang telah menganugerahkan nikmat iman, Islam, dan keselamatan hingga hari ini. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ๏ทบ, keluarganya, sahabatnya, serta orang-orang yang setia mengikuti jejak beliau hingga hari kiamat.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏ

Hari ini, kita akan menyusuri salah satu babak epik dalam sejarah dakwah Rasulullah ๏ทบ: Perang Muโ€™tah, perang pertama kaum Muslimin melawan kekuatan besar Romawi.

๐Ÿ•‹ Latar Belakang Peperangan

Perang ini bermula dari tragedi berdarah: utusan Rasulullah ๏ทบ, Al-Harits bin Umair al-Azdi, dibunuh secara keji oleh Syuhrabil bin Amr al-Ghassani, gubernur bawahan Romawi di wilayah Syam. Pembunuhan terhadap seorang duta besar merupakan pelanggaran internasional yang serius, bahkan dalam budaya Arab Jahiliyyah sekalipun.

Untuk menegakkan kehormatan umat Islam dan menjawab agresi ini, Rasulullah ๏ทบ pada bulan Jumadil Awwal tahun ke-8 Hijriah (629 M) mempersiapkan 3.000 pasukan pilihan. Beliau menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai panglima, dan bersabda:

โ€œJika Zaid terbunuh, maka Jaโ€™far bin Abi Thalib yang memegang panji. Jika Jaโ€™far gugur, maka Abdullah bin Rawahah.โ€
(HR. Al-Bukhari, no. 4261)

Wasiat Rasulullah ๏ทบ

Ketika melepas pasukan, Rasulullah ๏ทบ tidak hanya memberi strategi, tetapi juga adab perang:

โ€œJangan membunuh wanita, anak-anak, orang tua, atau orang buta. Jangan merusak rumah dan pohon. Perangilah hanya mereka yang memerangi kalian.โ€
(Fiqh as-Sirah, al-Buthi, hal. 288)

Wasiat ini adalah cerminan dari etika perang Islam, jauh sebelum dunia modern mengenal hukum perang internasional.

Pasukan Islam di Hadapan Raksasa Romawi

Setibanya di daerah Maโ€™an, pasukan Muslimin tercengang. Di hadapan mereka, telah berkumpul 200.000 pasukan gabungan Romawi dan Arab Kristen Ghassan, di bawah komando Syuhrabil dan dukungan penuh dari Kaisar Heraklius.

Zaid bin Haritsah tetap tenang. Mereka melakukan musyawarah. Ada yang mengusulkan agar menyampaikan kabar ini kepada Rasulullah ๏ทบ terlebih dahulu. Tapi Abdullah bin Rawahah, dengan semangat tauhid berkata:

โ€œWahai kaum Muslimin! Apa yang kalian takuti? Bukankah kita keluar untuk meraih salah satu dari dua kebaikan: kemenangan atau syahid? Mari terus maju!โ€
(Ar-Rahiq al-Makhtum, hal. 397)

Pertempuran Berkecamuk

Pasukan Muslimin akhirnya bertemu di sebuah desa bernama Muโ€™tah, dekat Karak (Yordania saat ini). Di sana terjadilah pertempuran hebat. Zaid bin Haritsah gugur sebagai syuhada. Disusul Jaโ€™far bin Abi Thalib yang kehilangan kedua tangannya saat memegang panji. Kemudian Abdullah bin Rawahah menyusul mereka syahid.

Melihat tiga pemimpin gugur, pasukan sempat guncang. Namun, Khalid bin al-Walid tampil menyelamatkan barisan. Dengan strategi militer luar biasa, beliau berhasil melakukan manuver perang defensif, hingga pasukan Muslimin berhasil menyelamatkan diri tanpa hancur total โ€” padahal rasio musuh 1:66!

Sejak saat itu, Rasulullah ๏ทบ memberinya gelar:

โ€œSaifullah al-Maslulโ€ โ€“ Pedang Allah yang Terhunus
(HR. Al-Bukhari, no. 4262)

Refleksi dan Hikmah

Perang Muโ€™tah bukanlah kemenangan militer, tetapi kemenangan moral dan tauhid. Dengan jumlah yang sangat kecil, kaum Muslimin menunjukkan keteguhan iman dan keteladanan dalam adab jihad. Bahkan musuh-musuhnya tercengang oleh keberanian dan kedisiplinan mereka.

Kisah ini membentuk basis kepercayaan diri umat Islam, hingga Fathu Makkah hanya berselang beberapa bulan kemudian.

InsyaaAllah, kita akan lanjutkan kisah dakwah Rasulullah ๏ทบ dalam edisi berikutnya.

๐ŸŽฏ Sukseskan Gerakan:
1. Takbiratul Ihram bersama imam โ€“ minimal tidak masbuq.
2. โ€œRebutlahโ€ shaf pertama.

ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู„ูŽ

๐Ÿ“ Disusun oleh:
Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo Hp/WA: 0811 254 005

๐Ÿ“š Referensi:
1. Sirah Nabawiyah โ€“ Ibnu Hisyam
2. Ar-Rahiq al-Makhtum โ€“ Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri
3. Fiqh as-Sirah โ€“ Dr. Muhammad Saโ€™id Ramadhan al-Buthi
4. Al-Bidayah wa an-Nihayah โ€“ Ibnu Katsir

๐Ÿ“ฒ Gabung Grup Sirah Nabawiyah:
* WA: https://bit.ly/Siroh9
* Telegram: https://t.me/BaitulIzzah_SirahNabawiyah
๐Ÿ’Ž โ€œSemoga kisah ini menjadi amal jariyah ilmu. Jika menginspirasi, silakan bagikan. Mari nyalakan nurani bangsa dengan cahaya sirah Nabawiyah.โ€

(gwa-sirah-nabawi).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments