Google search engine
HomeEkbisKunjungan Wisman ke Jatim Turun, Perjalanan Wisata Nasional Masih Tertekan

Kunjungan Wisman ke Jatim Turun, Perjalanan Wisata Nasional Masih Tertekan

“Kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang 2025 belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi,”.

SURABAYA-kanalsembilan.com (6 Januari 2026)

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda pada November 2025 tercatat sebanyak 21.629 kunjungan. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2025, seiring melemahnya arus kunjungan wisman secara musiman.

“Meski demikian, secara tahunan (year on year/y-on-y), kunjungan wisman November 2025 masih menunjukkan kinerja positif,” kata Dr. Ir. Zulkipli, M.Si kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim di kantornya Senin, 6 Januari 2026.

Jumlah tersebut naik 3,89 persen dibandingkan November 2024 yang tercatat sebanyak 20.820 kunjungan. Kenaikan ini mencerminkan adanya pemulihan bertahap kunjungan wisman ke Jawa Timur di tengah tantangan global dan regional.

Menurut Zulkipli, secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang 2025 belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi.

Faktor pelemahan ekonomi global, penyesuaian jadwal penerbangan internasional, serta perubahan pola perjalanan wisata menjadi sejumlah penyebab fluktuasi kunjungan wisman ke berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan perlambatan. Pada periode Januari–November 2025, jumlah perjalanan wisnus dengan tujuan Jawa Timur mencapai 197,48 juta perjalanan, atau turun 0,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (cumulative to cumulative/c-to-c).

Adapun perjalanan wisnus asal Jawa Timur tercatat sebanyak 185,25 juta perjalanan, turun 0,44 persen dibandingkan kumulatif Januari–November 2024. Penurunan ini sejalan dengan tren nasional, di mana sebagian masyarakat masih menahan belanja perjalanan wisata akibat tekanan biaya hidup dan penyesuaian prioritas konsumsi.

Di sisi lain, sektor perhotelan di Jawa Timur masih menunjukkan ketahanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang 2 pada November 2025 tercatat sebesar 56,33 persen, menjadi yang tertinggi dibandingkan hotel berbintang lainnya.

Tingginya TPK hotel bintang 2 mengindikasikan preferensi wisatawan terhadap akomodasi dengan harga terjangkau, baik dari kalangan wisnus maupun perjalanan dinas.

Secara nasional, tren serupa juga terlihat, di mana hotel kelas menengah dan ekonomi cenderung mencatat tingkat hunian lebih tinggi dibandingkan hotel berbintang atas. Kondisi ini mencerminkan perubahan perilaku wisatawan yang semakin selektif dalam membelanjakan anggaran perjalanan.

Ke depan, pemerintah pusat dan daerah terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui promosi destinasi, peningkatan konektivitas, serta penyelenggaraan event nasional dan internasional guna mengakselerasi pemulihan kunjungan wisata, baik dari wisman maupun wisnus. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments