Al Qur’an ternyata menyimpan lebih banyak percakapan antara ayah ke anak dari pada ibu ke anak..
Empat momen paling menyentuh soal ayah dan anak, direkam detail banget sama Allah sendiri di dalam kitab suci-Nya.
Luqman ngobrol panjang ke anaknya soal tauhid dan akhlak (QS. Luqman: 13-19).
Nabi Ibrahim AS ngajak diskusi Nabi Ismail AS soal mimpi penyembelihan (QS. As-Saffat: 102).
Nabi Ya’qub AS wanti-wanti ke anak-anaknya soal aqidah jelang wafat (QS. Al-Baqarah: 132-133).
Nabi Nuh AS berusaha ngebujuk anaknya di tengah badai (QS. Hud: 42-43).
Jadi pembentukan anak sholih itu, peran seorang ayah sangatlah besar dibanding seorang ibu, sekolah dan pesantren..
Maka seorang ayah harus memaksimalkannya sebagaimana dicontohkan para anbiya’ (gwa-pengajian-kebangsaan-nasional)


