Google search engine
HomeTausiyahSahabat Yang Kaya

Sahabat Yang Kaya

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi

Sahabat dan Kerabat, diriwayatkan bahwa dulu Rasululloh ﷺ memiliki banyak sahabat dengan berbagai keistimewaannya masing-masing.

Ada sahabat yang ketika masih hidup, suara sandalnya sudah terdengar di surga, ada lagi sahabat yang ketika masih hidup, sudah dijamin untuk bisa masuk kedalam surga, dengan melalui pintu mana saja yang dia suka.

Selain itu, ada juga (beberapa) sahabat yang ketika masih hidup, mempunyai kekayaan yang luar biasa, sehingga ketika mereka meninggal, mereka bisa mewariskan kekayaan yang banyak.

Harta yang mereka miliki terdiri atas berbagai bentuk, mulai dari hewan ternak, seperti unta, kuda, dan kambing, tanah, rumah, hingga tarikah atau harta warisan.

Berikut ini diantaranya.
1️⃣ Abdurrahman bin ‘Auf RA.
Sahabat terkaya yang pertama adalah Abdurrahman bin ‘Auf RA.
Abdurrahman bin ‘Auf RA menempati posisi pertama atas kepandaiannya didalam berdagang.

Kekayaannya pada sa’at meninggal, mencapai 3.200.000 dinar atau sekitar Rp. 6.212.688.000.000 (Enam trilyun, dua ratus dua belas milyar, enam ratus delapan puluh delapan juta rupiah).

Sementara itu, Ibnu Katsir didalam kitab “Al-Bidayah Wan Nihayah” mencatat bahwa kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin ‘Auf RA (diantaranya) meliputi 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, dan 3.000 ekor kambing (di Baqi’).

Menjelang meninggalnya, Abdurrahman bin ‘Auf RA menulis wasiat untuk memberikan hartanya sebanyak masing-masing 400 dinar kepada 100 orang yang mengikuti perang Badar yang masih hidup.

Bahkan, Khalifah Utsman bin Affan RA dan Ali bin Abi Thalib RA juga turut menerima wasiat tersebut.

Abdurrahman bin ‘Auf RA adalah orang ke 9 yang masuk Islam, dan mengikuti semua peperangan pada zaman Rasululloh ﷺ.

2️⃣ Zubair bin ‘Awwam RA.
Sahabat yang terkaya kedua adalah Zubair bin ‘Awwam RA.

Menurut hadits dalam Shahih Bukhari, pada sa’at meninggalnya, Zubair bin ‘Awwam RA, diantaranya meninggalkan kekayaan berupa tanah dan rumah.

Tanah peninggalannya terletak di Ghabah (wilayah di barat laut Madinah, sekitar 6 km dari Madinah).

Kemudian, 11 rumah (besar atau dar) di Madinah, 2 rumah di Bashrah, dan 1 rumah masing-masing di Kufah dan di Mesir.

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia didalam situsnya mencatat bahwa total kekayaan yang dimiliki Zubair bin ‘Awwam RA dari asset yang ditinggalkannya tersebut, senilai 57.600.000 dirham atau sekitar Rp. 3.543.724.800.000 (Tiga trilyun, lima ratus empat puluh tiga milyar, tujuh ratus dua puluh empat juta, delapan ratus ribu rupiah).

Semasa hidupnya, Zubair bin ‘Awwam RA (banyak) membelanjakan hartanya di jalan Alloh Ta’ala.

Menurut kitab “Kisah-kisah Terpuji Asmaul Husna”, Zubair bin ‘Awwam RA memiliki berbagai macam kekayaan yang digunakan untuk berdakwah, namun tidak ada satu dirhampun yang masuk ke rumahnya.

Zubair bin ‘Awwam RA adalah orang ke 7 yang masuk Islam, mengikuti ajaran Rasululloh ﷺ disa’at berusia 15 tahun.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab.

Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).

Ya Alloh, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang langit dan bumi bercahaya karena-Nya agar Engkau menjadikan aku dalam pemeliharaan-Mu, pengawasan-Mu, dan di bawah penjagaan-Mu.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi

(gwa-md-mui-jatim).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments