SURABAYA-kanalsembilan.com (8 Mei 2026)
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat perekonomian Jawa Timur pada Triwulan I-2026 tumbuh 5,96 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Nurul Adriana, menyampaikan capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Jawa Timur tetap kuat di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
“Ekonomi Jawa Timur Triwulan I-2026 dibandingkan Triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,96 persen,” ujar Nurul Adriana dalam siaran pers Berita Resmi Statistik di Surabaya, Selasa (5/5/2026).
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 13,44 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 20,33 persen.
Secara struktur ekonomi, sektor Industri Pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 31,45 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sedangkan dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap mendominasi dengan kontribusi 61,51 persen.
Selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Jawa Timur juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,25 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q) dibandingkan Triwulan IV-2025.
Pada periode tersebut, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, yakni sebesar 15,85 persen.
Adapun dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 2,47 persen.
BPS juga mencatat nilai PDRB Jawa Timur atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2026 mencapai Rp888,44 triliun. Sementara PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp523,66 triliun.
Capaian tersebut memperlihatkan Jawa Timur masih menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional, ditopang sektor industri pengolahan, konsumsi rumah tangga, serta peningkatan aktivitas sektor jasa dan pertanian. (za).


