SURABAYA-kanalsembilan.com (16 Maret 2026)
Jakarta, 16 Maret 2026 – PT Bank Permata
Hasil kinerja keuangan serta pandangan terhadap prospek ekonomi dan industri perbankan ke depan ini disampaikan langsung oleh Meliza M. Rusli – Direktur Utama Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, dan Josu
Dalam konferensi pers, Rudy Basyir Ahmad – Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, menyampaikan, “Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan
Dengan fundamental yang
“Kami yakin dengan tetap menjaga skala dan relevansi, Permata
Kinerja Permata Bank Sepanjang Tahun 2025
Permata Bank mencatatkan
Kinerja tersebut turut mendorong pencapaian Laba Setelah Pajak sebesar Rp3,6 triliun. Di sisi neraca, total aset Bank meningkat 3,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp268,3 triliun, sementara simpanan nasabah tumbuh 3,9% YoY menjadi Rp192,8 triliun, didukung oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1% sehingga rasio CASA meningkat menjadi 63,9%.
Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, Permata Bank tetap menjaga kondisi likuiditas dan permodalan
Struktur permodalan Bank juga sangat solid, dengan rasio CAR sebesar 34,6% dan CET-1 sebesar 26,6%, menjadikannya salah satu yang terkuat di antara bank-bank umum komersial terbesar di Indonesia.
Penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp163,3 triliun, dengan kontribusi utama dari segmen korporasi yang meningkat 11,2% YoY menjadi Rp99,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga stabil dengan rasio NPL Gross di level 2,1% dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3%.
Bank juga mempertahankan tingkat pencadangan yang konservatif dengan rasio NPL Coverage sebesar 356% dan LAR Coverage sebesar 118%, serta secara proaktif melakukan restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset untuk penyelesaian kredit bermasalah.
Kontribusi Permata Bank Unit Usaha Syariah juga menunjukkan kinerja positif. Sepanjang tahun 2025, Permata Bank Unit Usaha Syariah mencatat Laba Operasional sebelum Provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1% YoY. Pertumbuhan ini didukung dengan Pendapatan Setelah Distribusi Bagi Hasil yang tumbuh mencapai 6,4% YoY dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik.
Proyeksi Permata Institute for Economic Research (PIER) terhadap Ekonomi Indonesia Tahun 2026
PIER memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,1–5,2% pada 2026. Potensi peningkatan menuju 5,2–5,3% terbuka apabila tekanan eksternal mereda dan reformasi struktural semakin memperkuat keyakinan pelaku usaha serta konsumen.
Dalam proyeksi tersebut, konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi diperkirakan tetap menjadi penopang utama, sementara volatilitas pasar keuangan global serta dinamika perdagangan dunia menjadi faktor yang perlu dicermati.
PIER menilai ruang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka secara terbatas pada 2026, seiring inflasi inti yang relatif terjaga dan prospek penurunan suku bunga global yang lebih gradual. Namun, tekanan harga pangan yang bersifat musiman serta risiko dari pelemahan nilai tukar perlu diantisipasi agar inflasi tetap terkendali. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengelola volatilitas pasar, dan mempertahankan
Inovasi Permata Bank dalam
Permata Bank terus menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kemudahan akses perbankan bagi nasabah.
Melalui Permata ME, aplikasi mobile banking yang
Inovasi digital ini turut diperkuat dengan kehadiran Modernized Branch, yang menawarkan layanan cabang berkonsep digital yang lebih efisien dan terintegrasi.
Komitmen ini menegaskan langkah berkelanjutan Permata Bank
Perwujudan Komitmen Berkelanjutan di Permata Bank
Permata Bank terus memperkuat komitmen keberlanjutan dengan memfokuskan strategi pada pengembangan produk dan solusi berkelanjutan, serta target Net Zero Emissions untuk operasional pada 2030 dan aktivitas pembiayaan pada 2052.
Pada 2025, portofolio Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) tumbuh 33,3% menjadi Rp30,1 triliun, ditopang oleh pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sebesar Rp24,9 triliun di sektor energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam (SDA) berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, bangunan hijau, dan efisiensi energi. Permata Bank juga memperluas pembiayaan berkelanjutan melalui sindikasi Sustainability Linked Loan dan penempatan obligasi berkelanjutan.
Sementara dalam ranah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), komitmen keberlanjutan diwujudkan melalui program Adopt-A-Tree: 1 Misi Hijaukan Bumi yang mengajak karyawan berkontribusi dan menghasilkan lebih dari 80 juta langkah yang dikonversikan menjadi bibit-bibit pohon untuk ditanam di Bukit Tigapuluh, Jambi. (za).


