SURABAYA-kanalsembilan.com (4 Agustus 2025)
Dalam dunia serba digital yang serba cepat, seni kontemporer hadir sebagai ruang refleksi dan perlawanan terhadap gaya hidup instan. Kurator ARTSUBS 2025, Nirwan Dewanto, menggambarkan kontras tersebut lewat analogi yang menggugah: hidup digital seperti makanan cepat saji, sementara seni kontemporer menyerupai slow food — lebih lambat, tetapi penuh kesadaran.
“Dulu, sisa daun dan buah dibuang ke alam tanpa menimbulkan masalah. Sekarang, sampah plastik menggantikan itu dan mencemari bumi secara permanen,” ujar Nirwan dalam pembukaan pameran, Senin (4/8/2025).
Ia menekankan bahwa modernisasi memang menjanjikan kemajuan dan kelimpahan, tetapi juga menghasilkan tumpukan residu peradaban — dari limbah material hingga sampah informasi.
“Teknologi menciptakan kemajuan material yang luar biasa, tapi pada saat yang sama memicu krisis lingkungan dan iklim,” tambahnya. “Kita terus mengejar kemajuan tanpa memberi ruang untuk melambat, tanpa sadar mengarah ke bencana ekologis.”
Lebih jauh, Nirwan menyoroti dampak regresif modernisasi bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap jiwa manusia. Demokrasi kini dibayangi oleh disinformasi, kebencian, dan kebenaran semu yang menyebar luas di media sosial.
“Media sosial telah menukar data dengan hoaks, membanjiri kita dalam arus panoptik yang nyaris tak terlihat,” katanya.
Namun di tengah arus cepat itu, Nirwan melihat munculnya gerakan slow living — gaya hidup sadar yang menolak kebisingan dan percepatan berlebihan. Slow living, menurutnya, adalah cara melambat secara sadar: makan dengan pelan, hidup dengan tenang, dan menciptakan ruang jeda dari hiruk-pikuk zaman.
“Seni kontemporer mencerminkan semangat itu. Ia mengajak kita mencerna realitas secara perlahan, menawarkan rekreasi yang juga merupakan re-kreasi terhadap dunia yang retak,” tutup Nirwan.
Pameran ARTSUBS 2025 menjadi momentum untuk meresapi kembali makna kehidupan, melalui karya-karya yang menantang kita untuk berpikir ulang tentang relasi manusia dengan alam, teknologi, dan diri sendiri. (za).


