Google search engine
HomePolitikAsal Mula Perang Iran Vs Israel

Asal Mula Perang Iran Vs Israel

Bismillah:

1. Sebenarnya Iran cenderung menahan diri ketika beberapa kejadian besar menimpa mereka. Satu, Ibrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter. Dua, Ismail Haniyah terbunuh di Teheran. Tiga, Hasan Nasrullah terbunuh di Beirut. Memang Iran marah, tetapi masih terkendali.

2. Iran baru benar-benar marah ketika pada 13 Juni 2025 kemarin, Israel secara RESMI menyerang fasilitas persenjataan Iran dan membunuh sejumlah petinggi militer Iran. Hanya berselang satu hari, Iran menyerang balik Tel Aviv dengan kekuatan besar sehingga menimbulkan sejumlah korban jiwa dan kerusakan hebat di Tel Aviv. Iran menyerang Israel dalam skala PERANG ANTAR NEGARA, bukan sekelas Israel memerangi sebuah jamaah dakwah (H.M.S).

3. Alasan perang ini, secara khusus, karena Iran dianggap sebagai sponsor utama serangan Ansharullah Houtsi ke Israel, atau serangan ke kapal-kapal afiliasi Amerika-Israel di Laut Merah. Dalam pikiran Israel, “Tidak mungkin Si Houtsi nyerang kite, kalau gak disuruh Si Iran.”

4. Alasan umum, dan ini sangat strategis, adalah bahwa Israel mulai mengalami “kelumpuhan sistemik” dalam Perang Ghaza. Oleh karena itu untuk memecah kebuntuan dia berusaha memperluas eskalasi perang, agar terbentuk perang regional di Timur Tengah. Bila Timur Tengah kacau, dia akan mengambil kesempatan. Seperti teori perang Tsun Zu, bila terjadi kebakaran, itu saat terbaik melakukan perampokan.

5. Dengan Israel diserang secara massif, secara teori Amerika dan NATO akan bereaksi membela Israel. Tetapi di sisi lain, sekutu strategis Iran, yaitu Rusia, China, Korut juga akan bereaksi. (Dan yang paling ambigu adalah Prindavan… secara kelakuan mereka cinta Israel, tetapi secara modal mereka perlu bantuan China dkk).

6. Bila Amerika tidak bereaksi, Trump akan jadi sasaran lobi Yahudi. Video-video aneh akan disebarkan untuk mempermalukan Trump. Tapi mereka juga takut kalau Rusia ikut campur, khawatir nanti “nasi jadi bubur”.

7. Mengapa Saudi mendadak menyatakan simpati ke Iran dan menolak serangan Israel..? Apa mereka sudah mengubah MANGHAJ-nya menjadi “bolehnya kerjasama dengan ahli bid’ah”..? Mereka takut dengan kekuatan militer Iran. Biarpun Saudi selalu dibackup oleh Amerika, tetapi secara wilayah Iran tidak jauh dari Saudi. Ya mereka takut juga. Terlebih selama ini Iran giat membesarkan senjata-senjata rudalnya, sementara Saudi terus mengembangkan “rudal” dalam makna lain, dengan mengundang Jenifer Lopez menari “nyaris telanjang” di depan publiknya.

8. Dalam perang di Ghaza, Israel ditarik ke Ghaza lalu diberi hadiah Yasin 105 di berbagai tempat. Sedangkan dalam Perang Iran-Israel ini, Iran mengirimkan rudal-rudalnya ke halaman rumah kaum Zionis itu.

9. Posisi Indonesia sendiri dilematik. Mau bela Iran, takut dimarahi Amrik. Mau bela Israel, takut dikutuk oleh manusia sak Endonesah. Posisi kita mirip-mirip Prindavan lah. Mau bantu militer gak kuat, mau pura-pura netral butuh dapet utangan. Prindavan Prindavan… kok nasib kita sama ngenesnya.

10. Kemarin ada momen khusus ketika salah satu gedung runtuh di Tel Aviv akibat rudal Iran, ada adegan penyelamatan bayi oleh beberapa aparat Israel. Komen singkat: “Sudahlah, gak usah playing victims. Gak usah sok suci lah…!”

Al-Quran jelaskan tentang sifat Yahudi:

Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka banyak melakukan kerusakan di muka bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan*(Al Maaidah: 64).

Demikian, wallahu A’lam.

SamWas.

(gwa-pengajian-oebangsaan-indonesianis).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments